<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-663368765739822229</id><updated>2011-12-06T04:24:11.180-08:00</updated><title type='text'>BSI ( Bengkel Servis Iman )</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ahmad Romadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13837090664550854555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-ziP_x31l1zg/Ta51INsNEtI/AAAAAAAAANo/4R1eEnsWbBM/s220/211423_1800217990_5560455_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-663368765739822229.post-2370821987977103604</id><published>2011-05-15T06:09:00.000-07:00</published><updated>2011-05-15T06:09:00.740-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/663368765739822229-2370821987977103604?l=ahmadromadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/feeds/2370821987977103604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/05/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/2370821987977103604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/2370821987977103604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/05/blog-post.html' title=''/><author><name>Ahmad Romadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13837090664550854555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-ziP_x31l1zg/Ta51INsNEtI/AAAAAAAAANo/4R1eEnsWbBM/s220/211423_1800217990_5560455_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-663368765739822229.post-7793764875002154329</id><published>2011-02-01T20:28:00.000-08:00</published><updated>2011-02-01T20:28:29.642-08:00</updated><title type='text'>5 Kecerdasan Meraih Sukses</title><content type='html'>5 Kecerdasan Meraih Sukses&lt;br /&gt;Tahukah Anda, kompetisi yang paling bijak adalah memecahkan rekor Anda sendiri sesuai dengan kemampuan. Maka sukses yang diukur dengan &lt;span class="fullpost"&gt;pencapaian sesuatu akan terasa bijak, ketika pencapaian ini diikuti dengan perasaan bahagia sekaligus menciptakan efek domino di berbagai sisi kehidupan. Oleh karena rasa bahagia ini bersifat subjektif maka baik kiranya kita menciptakan rasa bahagia ini sepanjang perjalanan menuju kesuksesan.&lt;br /&gt;Disini memperlihatkan bahwa ketika kita mampu meraih kesuksesan maka kita mempunyai peluang yang besar untuk menciptakan kebahagiaan. Sebagai contoh, ketika anak kita sakit dan kita sebagai orangtua tidak mampu membawanya ke dokter karena biaya, bisa jadi kondisi ini menghambat terciptanya kebahagiaan. Oleh karena itu, sebuah kesuksesan merupakan hal penting dalam menciptakan kebahagiaan.&lt;br /&gt;Kalau dilihat dari sifatnya yang subjektif bahagia dan sukses adalah buah dari perilaku. Dimana perilaku sangat dipengaruhi oleh kebiasaan dan kebiasaan merupakan buah dari sikap. Adapun sikap berawal dari paradigma dimana paradigma sangat dipengaruhi oleh pengetahuan. Nah, kesuksesan sangat tergantung dari kemampuan dan kecerdasan kita dalam menangkap pengetahuan, mengolah, menghayati, dan menjadikannya sebagai alat untuk take action dalam meraih tujuan.&lt;br /&gt;Sebuah studi mengenai orang-orang yang sangat sukses menunjukkan bahwa orang-orang sukses memiliki kecerdasan intelektual (IQ) yang cukup baik. Mereka hidup relatif sederhana dibandingkan dengan jumlah kekayaan yang sebenarnya. Kehidupan sosial mereka tergolong sangat baik, selain itu sifat yang paling menonjol adalah keuletan, tangguh, sabar, mampu mengendalikan diri, dan mempunyai keluarga yang harmonis dimana sifat dan karakter ini menunjukkan kecerdasan emosional (EQ) yang sangat baik.&lt;br /&gt;Mereka juga mempunyai kesadaran diri yang tinggi terhadap hukum Tuhan dimana mereka meyakini perbuatan baik akan dibalas dengan kebaikan pula, hal ini mendorong mereka untuk menggunakan kekayaannya demi sesuatu yang lebih bermakna dalam hidupnya. Artinya keyakinan akan hukum Tuhan menandakan bahwa mereka mempunyai kecerdasan spiritual (SQ) yang sangat baik.&lt;br /&gt;Ciri-ciri yang lain adalah mereka mempunyai impian besar dan tujuan yang jelas yang menandakan bahwa mereka juga mempunyai kecerdasan aspirasi (AI) yang baik dalam membangun impian, cita-cita dan tujuan. Dalam mewujudkan kesuksesannya mereka tidaklah sendirian karena mereka sadar tanpa bantuan orang lain mereka tidak bisa berbuat apa-apa, maka mereka menjalin kerjasama dengan orang lain untuk mewujudkan impiannya.&lt;br /&gt;Hal ini memperlihatkan kecerdasan kekuatan (PI) yang baik dalam memanfaatkan kekuatan yang ada di dalam dirinya maupun lingkungan sekitarnya Disini terlihat bahwa kelima kecerdasan ini mampu mereka kembangkan dalam meraih kesuksesan dan kebahagiaan hidup. Agar mampu untuk sukses dan bahagia, manusia memerlukan pengembangan kelima kecerdasannya. Sukses disini dalam arti yang luas, menyangkut finansial, bisnis, karir, keluarga, kesehatan, pengembangan diri, kebahagiaan, dan semua tujuan yang berharga bagi manusia.&lt;br /&gt;Oleh : Sugeng Dwi Triswanto&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/663368765739822229-7793764875002154329?l=ahmadromadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/feeds/7793764875002154329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/02/5-kecerdasan-meraih-sukses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/7793764875002154329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/7793764875002154329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/02/5-kecerdasan-meraih-sukses.html' title='5 Kecerdasan Meraih Sukses'/><author><name>Ahmad Romadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13837090664550854555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-ziP_x31l1zg/Ta51INsNEtI/AAAAAAAAANo/4R1eEnsWbBM/s220/211423_1800217990_5560455_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-663368765739822229.post-1395478577220470343</id><published>2011-01-11T06:43:00.000-08:00</published><updated>2011-01-24T04:00:33.354-08:00</updated><title type='text'>Sebab-sebab Naik-turunnya Iman dan Cara Meningkatkan Keimanan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;CARA MENAIKKAN KADAR IMAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pelajarilah berbagai ilmu agama Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Perbanyaklah membaca Al-Qur’an dan renungkan maknanya&lt;br /&gt;Ayat-ayat Al-Qur’an memiliki target yang luas &lt;span class="fullpost"&gt;dan spesifik sesuai kebutuhan masing-masing orang yang sedang mencari atau memuliakan Tuhannya. Sebagian ayat Al-Qur’an mampu menggetarkan kulit seseorang yang sedang mencari kemuliaan Allah, dilain pihak Al-Qur’an mampu membuat menangis seorang pendosa, atau membuat tenang seorang pencari ketenangan.&lt;br /&gt;“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS, Shaad 38:29)&lt;br /&gt;”Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang lalim selain kerugian.” (QS, al-Israa’ 17:82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pelajarilah ilmu mengenai Asma’ul Husna, Sifat-sifat Yang Maha Agung.&lt;br /&gt;Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Mengetahui, maka ia akan menahan lidahnya, anggota tubuhnya dan gerakan hatinya dari apapun yang tidak disukai Allah.&lt;br /&gt;Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Indah, Maha Agung dan Maha Perkasa, maka semakin besarlah keinginannya untuk bertemu Allah di hari akhirat sehingga iapun secara cermat memenuhi berbagai persyaratan yang diminta Allah untuk bisa bertemu dengan-Nya (yaitu dengan memperbanyak amal ibadah).&lt;br /&gt;Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Santun, Maha Halus dan Maha Penyabar, maka iapun merasa malu ketika ia marah, dan hidupnya merasa tenang karena tahu bahwa ia dijaga oleh Tuhannya secara lembut dan sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pelajari dengan cermat sejarah (Siroh) kehidupan Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;Dengan memahami perilaku, keagungan dan perjuangan Rasulullah, akan menumbuhkan rasa cinta kita terhadapnya, kemudian berkembang menjadi keinginan untuk mencontoh semua perilaku beliau dan mematuhi pesan-pesan beliau selaku utusan Allah.&lt;br /&gt;Seorang sahabat r.a. mendatangi Rasulullah saw dan bertanya, “Wahai Rasul Allah, kapan tibanya hari akhirat?”. Rasulullah saw balik bertanya : “Apakah yang telah engkau persiapkan untuk menghadapi hari akhirat?”. Si sahabat menjawab , “Wahai Rasulullah, aku telah sholat, puasa dan bersedekah selama ini, tetap saja rasanya semua itu belum cukup. Namun didalam hati, aku sangat mencintai dirimu, ya Rasulullah”. Rasulullah saw menjawab, “Insya Allah, di akhirat kelak engkau akan bersama orang yang engkau cintai”. (HR Muslim) Inilah hadits yang sangat disukai para sahabat Rasulullah SAW. Jelaslah bahwa mencintai Rasulullah adalah salah satu jalan menuju surga, dan membaca riwayat hidupnya (siroh) adalah cara terpenting untuk lebih mudah memahami dan mencintai Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Mempelajari Jasa-jasa dan Kualitas Agama Islam&lt;br /&gt;Perenungan terhadap syariat Islam, hukum-hukumnya, akhlak yang diajarkannya, perintah dan larangannya, akan menimbulkan kekaguman terhadap kesempurnaan ajaran agama Islam ini. Tidak ada agama lain yang memiliki aturan dan etiket yang sedemikian rincinya seperti Islam, dimana untuk makan dan ke WC pun ada adabnya, untuk aspek hukum dan ekonomi ada aturannya, bahkan untuk berhubungan suami -istripun ada aturannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Mempelajari Kehidupan Orang-orang Sholeh (generasi Shalafus Sholihin, para sahabat Rasulullah SAW, murid-murid para sahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in)&lt;br /&gt;Mereka adalah generasi-generasi terbaik dari Islam. Mereka adalah orang-orang yang kadar keimanannya diibaratkan sebesar gunung Uhud sementara manusia zaman kini diibaratkan kadar keimananya tak lebih dari sebutir debu dari gunung Uhud. Umar r.a. pernah memuntahkan makanan yang sudah masuk ke perutnya ketika tahu bahwa makanan yang diberikan padanya kurang halal sumbernya. Sejarah lain menceritakan tentang lumrahnya seorang tabi’in meng-khatamkan Qur’an dalam satu kali sholatnya. Atau cerita tentang seorang sholeh yang lebih dari 40 tahun hidupnya berturut-turut tidak pernah sholat wajib sendiri kecuali berjamaah di mesjid. Atau seorang sholeh yang menangis karena lupa mengucap doa ketika masuk mesjid. Inilah cerita-cerita teladan yang mampu menggetarkan hati seorang yang sedang meningkatkan keimanannnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Renungkanlah tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di alam (ma’rifatullah)&lt;br /&gt;Singkirkan dulu kesombongan akal kita, renungkan secara tulus bagaimana alam ini diciptakan. Sungguh pasti ada kekuatan luar biasa yang mampu menciptakan alam yang sempurna ini, sebuah struktur dan sistem kehidupan yang rapi, mulai dari tata surya, galaksi hingga struktur pohon dan sel-sel atom.&lt;br /&gt;Renungkan pula rahasia dan mukjizat Qur’an. Salah satu keajaiban Al Qur’an adalah struktur matematis Al Qur’an. Walau wahyu Allah diturunkan bertahap namun ketika seluruh wahyu lengkap maka ditemukan bahwa kata tunggal “hari” disebut sebanyak 365 kali, sebanyak jumlah hari pada satu tahun syamsiyyah (masehi). Kata jamak hari disebut sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu bulan. Sedang kata Syahrun (bulan) dalam Al Quran disebut sebanyak 12 kali sama dengan jumlah bulan dalam satu tahun. Kata Saa’ah (jam) disebutkan sebanyak 24 kali sama dengan jumlah jam sehari semalam. Dan semua kata-kata itu tersebar di 114 surat dan 6666 ayat dan ratusan ribu kata yang tersusun indah. Dan masih banyak lagi keajaiban dan mukjizat Al Quran dari sisi pandang lainnya yang membuktikan bahwa itu bukan karya manusia. Masih banyak pula mukjizat lainnya di alam ini yang membuktikan bahwa alam ini memiliki struktur yang sangat sempurna dan tidak mungkin tercipta dengan sendirinya. Adalah lumrah, bahwa sesuatu yang tidak mungkin diciptakan manusia, pastilah diciptakan sesuatu yang Maha Kuasa, Maha Besar. Inilah yang menambah kecilnya diri kita dan menambah kekaguman dan cinta serta iman kita kepada Sang Pencipta alam semesta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berusaha keras melakukan amal perbuatan yang baik secara ikhlas&lt;br /&gt;Amal perbuatan perlu digerakkan. Dimulai dari hati, kemudian terungkap melalui lidah kita dan kemudian anggota tubuh kita. Selain ikhlas, diperlukan usaha dan keseriusan untuk melakukan amalan-amalan ini.&lt;br /&gt;a. Amalan Hati&lt;br /&gt;Dilakukan melalui pembersihan hati kita dari sifat-sifat buruk, selalu menjaga kesucian hati. Ciptakan sifat-sifat sabar dan tawakal, penuh takut dan harap akan Allah. Jauhi sifat tamak, kikir, prasangka buruk dan sebagainya.&lt;br /&gt;b. Amalan Lidah&lt;br /&gt;Perbanyak membaca Al-Qur’an, zikir, bertasbih, tahlil, takbir, istighfar, mengirim salam dan sholawat kepada Rasulullah dan mengajak orang lain kepada kebaikan, melarang kemungkaran.&lt;br /&gt;c. Amalan Anggota Tubuh&lt;br /&gt;Dilakukan melalui kepatuhan dalam sholat, pengorbanan untuk bersedekah, perjuangan untuk berhaji hingga disiplin untuk sholat berjamaah di mesjid (khususnya bagi pria).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBAB-SEBAB TURUNNYA KADAR IMAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab dari dalam diri kita sendiri (Internal) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kebodohan&lt;br /&gt;Kebodohan merupakan pangkal dari berbagai perbuatan buruk. Seseorang berbuat jahat boleh jadi karena ia tak tahu bahwa perbuatan itu dilarang agama, atau ia tidak tahu ancaman dan bahaya yang akan dihadapinya kelak di akhirat, atau ia tidak tahu keperkasaan Sang Maha Kuasa yang mengatur denyut jantungnya, mengatur musibah dan rezekinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketidakpedulian, keengganan dan melupakan&lt;br /&gt;Ketidakpedulian menyebabkan pikiran seseorang diisi dengan hal-hal duniawi yang hanya ia sukai (yang ia pedulikan), sedangkan yang bukan ia sukai tidak diberi tempat dipikirannya. Ini menyebabkan ia tidak ingat (dzikir) pada Allah, sifatnya tidak tulus, tidak punya rasa takut dan malu (kepada Allah), tidak merasa berdosa (tidak perlu tobat), dan bisa jadi ia menjadi sombong karena tidak merasakan pentingnya berbuat rendah hati dan sederhana.&lt;br /&gt;Kengganan seseorang untuk melakukan suatu kebaikan padahal ia tahu hal itu telah diperintahkan Allah, maka ia termasuk orang yang men-zhalimi (melalaikan) dirinya sendiri. Allah akan mengunci hatinya dari jalan yang lurus (al-Kahfi 18:5), dan ia akan menjadi teman syeitan (Thaaha 20:124).&lt;br /&gt;Melupakan kewajiban dan kepatuhan seseorang dalam beribadah berawal dari sifat lalai atau lemah hatinya. Waktu dan energinya harus didorong agar diisi lebih banyak dengan perbuatan amal sholeh, kalau tidak maka kesenangan duniawi akan semakin menguasai dirinya hingga ia semakin jauh dari ingat (dzikir) kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menyepelekan dan melakukan perbuatan dosa&lt;br /&gt;Awal dari perbuatan dosa adalah sikap menyepelekan (tidak patuh terhadap) perintah dan larangan Allah. Perbuatan dosa umumnya dilakukan secara bertahap, misalnya dimulai dari zinah pandangan mata yang dianggap dosa kecil kemudian berkembang menjadi zinah tubuh. Dosa-dosa kecil yang disepelekan merupakan proses pendidikan jahat (pembiasaan) untuk menyepelekan dosa-dosa besar. Karena itu basmilah dosa-dosa kecil selagi belum tumbuh menjadi dosa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jiwa yang selalu memerintahkan berbuat jahat&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim Al Jauziyyah mengatakan, Allah menggabungkan dua jiwa, yakni jiwa jahat dan jiwa yang tenang sekaligus dalam diri manusia, dan mereka saling bermusuhan dalam diri seorang manusia. Disaat salah satu melemah, maka yang lain menguat. Perang antar keduanya berlangsung terus hingga si empunya jiwa meninggal dunia. Adalah sungguh merugi orang-orang yang jiwa jahatnya menguasai tubuhnya. Seperti sabda Rasulullah, “..barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkannya maka tidak ada seorangpun yang dapat memberinya petunjuk”. Sifat lalai, tidak mau belajar agama, sombong dan tidak peduli merupakan beberapa cara untuk membiarkan jiwa jahat dalam tubuh kita berkuasa. Sedangkan sifat rendah hati, mau belajar, mau melakukan instropeksi (muhasabah) merupakan cara untuk memperkuat jiwa kebaikan (jiwa tenang) yang ada dalam tubuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab dari luar diri kita (External) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syaitan&lt;br /&gt;Syaitan adalah musuh manusia. Tujuan syaitan adalah untuk merusak keimanan orang. Siapa saja yang tidak membentengi dirinya dengan selalu mengingat Allah maka ia menjadi sarang syaitan, menjerumuskannya dalam kesesatan, ketidak patuhan terhadap Allah, membujuknya melakukan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bujukan dan rayuan dunia&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman : “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. (QS, al-Hadiid 57:20).&lt;br /&gt;Tujuan hidup manusia seluruhnya untuk akhirat. Apapun kegiatan dunia yang kita lakukan, seperti mencari nafkah, menonton TV, bertemu teman dan keluarga, seharusnya semua itu ditujukan untuk meraih pahala akhirat. Tidak secuilpun dari kegiatan duniawi boleh dilepaskan dari aturan main yang diperintahkan atau dilarang Allah. Ibnul Qayyim mengibaratkan hati sebagai suatu wadah bagi tujuan hidup manusia (akhirat dan duniawi) dengan kapasitas (daya tampung) tertentu. Ketika tujuan duniawi tumbuh maka ia akan mengurangi porsi tujuan akhirat. Ketika porsi tujuan akhirat bertambah maka porsi tujuan duniawi berkurang. Dalam situasi dimana tujuan dunia menguasai hati kita maka hanya tersisa sedikit porsi akhirat di hati kita, dan inilah awal dari menurunnya keimanan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pergaulan yang buruk&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda : “Seseorang itu terletak pada agama teman dekatnya, sehingga masing-masing kamu sebaiknya melihat kepada siapa dia mengambil teman dekatnya” (HR Tirmidzi, Abu Dawud, al-Hakim, al-Baghawi).&lt;br /&gt;Seorang teman yang sholeh selalu memperhatikan perintah dan larangan Allah, karenanya ia selalu mengajak siapa saja orang disekitarnya untuk menuju kepada kebaikan dan mengingatkan mereka bila mendekati kemungkaran. Teman dan sahabat yang sholeh sangat penting kita miliki di zaman kini dimana pergaulan manusia sudah sangat bebas dan tidak lagi memperhatikan nilai-nilai agama Islam. Berada diantara teman-teman yang sholeh akan membuat seorang wanita tidak merasa asing bila mengenakan jilbab. Demikian pula seorang pria bisa merasa bersalah bila ia membicarakan aurat wanita diantara orang-orang sholeh. Sebaliknya berada diantara orang-orang yang tidak sholeh atau berperilaku buruk menjadikan kita dipandang aneh bila berjilbab atau bahkan ketika hendak melakukan sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menaikkan kadar iman bukanlah suatu pekerjaan mudah, karena begitu banyak usaha (menuntut ilmu, amalan-amalan) yang harus kita lakukan disamping godaan (syaitan, duniawi) yang akan kita hadapi. Paling tidak kita termasuk orang-orang yang lebih beruntung dibanding orang lain yang belum sempat mengetahui “sebab-sebab naik-turunnya iman” dalam tulisan ini. Mari kita ingatkan teman-teman kita dengan menyebarkan tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;1. Sebab-sebab Naik Turunnya Iman, oleh Syaikh Abdur Razzaaq al-Abbaad&lt;br /&gt;2. Asma’ul Husna, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah&lt;br /&gt;3. Penawar Hati yang Sakit, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/663368765739822229-1395478577220470343?l=ahmadromadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/feeds/1395478577220470343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/01/sebab-sebab-naik-turunnya-iman-dan-cara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/1395478577220470343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/1395478577220470343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/01/sebab-sebab-naik-turunnya-iman-dan-cara.html' title='Sebab-sebab Naik-turunnya Iman dan Cara Meningkatkan Keimanan'/><author><name>Ahmad Romadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13837090664550854555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-ziP_x31l1zg/Ta51INsNEtI/AAAAAAAAANo/4R1eEnsWbBM/s220/211423_1800217990_5560455_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-663368765739822229.post-416051210691362021</id><published>2011-01-11T06:38:00.000-08:00</published><updated>2011-01-11T06:40:26.672-08:00</updated><title type='text'>Memaafkan dan Manfaatnya Bagi Kesehatan</title><content type='html'>Jakarta, Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa rasa benci, dendam dan permusuhan dapat memicu tekanan darah &lt;span class="fullpost"&gt; tinggi. Sebaliknya, memaafkan bisa meredakan stres dan menjaga jantung tetap sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stres akan muncul ketika batin seseorang terganjal oleh rasa kecewa atau tersakiti. Melupakan dan menganggap benar sebuah kesalahan yang menyebabkan rasa sakit tersebut tidak selalu bisa mengatasinya, kadang-kadang justru menambah beban di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Mayo Clinic, Jumat (10/9/2010), memaafkan adalah sebuah proses perdamaian dengan diri sendiri. Diawali dengan pengakuan akan adanya rasa sakit, seseorang yang memberi maaf justru akan merasa lebih rileks untuk menerima kondisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi mental yang lebih rileks, seseorang juga akan terhindar dari risiko penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang. Risiko tersebut umumnya dihadapi oleh para pendendam yang membutuhkan jalan pintas untuk lepas dari beban emosi negatifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat lain dari saling memaafkan terungkap dalam penelitian di University of Massachusetts, yakni bisa menurunkan tekanan darah dengan lebih cepat. Efek percepatan itu bisa mencapai 20 persen pada wanita, sementara pada pria efeknya lebih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekanan darah, denyut jantung dan kontraksi otot biasanya meningkat ketika seseorang terlibat konflik, sehingga risiko serangan jantung dan stroke menjadi lebih tinggi. Gejala tersebut akan mereda ketika konflik berakhir, atau akan lebih cepat jika kedua pihak yang berkonflik saling bermaafan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk bisa memaafkan, seseorang yang pernah merasa tersakiti akan melewati 4 tahap berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Mengakui dengan jujur adanya rasa sakit hati atau kemarahan di dalam dirinya, sebagai akibat dari kesalahan orang lain.&lt;br /&gt;   2. Memahami bahwa situasi tersebut tidak baik untuk dirinya, sehingga harus diubah.&lt;br /&gt;   3. Menemukan cara baru untuk menyikapi orang lain yang telah membuatnya marah atau sakit hati.&lt;br /&gt;   4. Memahami bahwa orang itu butuh dimaafkan, sebagaimana dirinya juga ingin dimaafkan jika berbuat salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika ada seseorang yang sulit untuk memaafkan, kesalahan mungkin ada pada cara menyampaikan permintaan maaf. Menurut sebuah penelitian di University of Valencia, permintaan maaf lebih efektif jika disampaikan melalui telinga kanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensor pendengaran di sebelah kanan terhubung dengan belahan otak kiri, bagian yang berhubungan dengan logika. Menurut peneliti, hal itu akan menyebabkan permintaan maaf ditangkap dan diproses dengan lebih rasional.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/663368765739822229-416051210691362021?l=ahmadromadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/feeds/416051210691362021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/01/memaafkan-dan-manfaatnya-bagi-kesehatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/416051210691362021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/416051210691362021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/01/memaafkan-dan-manfaatnya-bagi-kesehatan.html' title='Memaafkan dan Manfaatnya Bagi Kesehatan'/><author><name>Ahmad Romadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13837090664550854555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-ziP_x31l1zg/Ta51INsNEtI/AAAAAAAAANo/4R1eEnsWbBM/s220/211423_1800217990_5560455_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-663368765739822229.post-6022989394212437606</id><published>2011-01-11T06:34:00.000-08:00</published><updated>2011-01-11T06:36:00.564-08:00</updated><title type='text'>Bila Cinta Menyapa</title><content type='html'>‘Cinta bikin orang gila’, begitu kata sebagian orang. Barangkali ada benarnya. Buktinya, banyak kita saksikan para pemuda atau pemudi yang rela melanggar aturan-aturan agama demi mencari &lt;span class="fullpost"&gt;keridhaan pacarnya. Alasan mereka, ‘cinta itu membutuhkan pengorbanan’. Kalau berkorban harta atau bahkan nyawa untuk membela agama Allah, tentu tidak kita ingkari. Namun, bagaimana jika yang dikorbankan adalah syariat Islam dan yang dicari bukan keridhaan Ar-Rahman? Semoga tulisan yang ringkas ini bisa menjadi bahan renungan bagi kita bersama, agar cinta yang mengalir di peredaran darah kita tidak berubah menjadi bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آَمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di antara manusia ada yang mencintai sekutu-sekutu selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana kecintaan mereka kepada Allah, adapun orang-orang yang beiman lebih dalam cintanya kepada Allah. Seandainya orang-orang yang zhalim itu menyaksikan tatkala mereka melihat adzab (pada hari kiamat) bahwa sesungguhnya seluruh kekuatan adalah milik Allah dan bahwa Allah sangat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS. Al-Baqarah : 165)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah mengatakan, “Allah menceritakan bahwa mereka (orang musyrik) mencintai pujaan-pujaan mereka/sesembahan tandingan itu sebagaimana kecintaan mereka kepada Allah. Maka hal itu menunjukkan bahwa mereka juga mencintai Allah dengan kecintaan yang sangat besar. Akan tetapi hal itu belum bisa memasukkan mereka ke dalam Islam. Lalu bagaimana jadinya orang yang mencintai pujaan (selain Allah) dengan rasa cinta yang lebih besar daripada kecintaan kepada Allah? Lalu apa jadinya orang yang hanya mencintai pujaan tandingan itu dan sama sekali tidak mencintai Allah?” (sebagaimana dinukil dalam Hasyiyah Kitab Tauhid, hal. 7. islamspirit.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan : “Allah ta’ala menyebutkan tentang kondisi orang-orang musyrik ketika hidup di dunia dan ketika berada di akhirat. Mereka itu telah mengangkat sekutu-sekutu bagi Allah yaitu [sesembahan-sesembahan] tandingan. Mereka menyembahnya disamping menyembah Allah. Dan mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah. Dia itu adalah Allah yang tidak ada sesembahan yang hak kecuali Dia, tidak ada yang sanggup menentang-Nya, tidak ada yang bisa menandingi-Nya dan tiada sekutu bersama-Nya. Di dalam Ash-Shahihain [Sahih Bukhari dan Muslim] dari Abdullah bin Mas’ud -radhiyallahu’anhu-, dia berkata : Aku bertanya : “Wahai Rasulullah, dosa apakah yang terbesar.” Beliau menjawab : “Yaitu engkau mengangkat selain Allah sebagai sekutu bagi-Nya padahal Dialah yang menciptakanmu.” Sedangkan firman Allah, “adapun orang-orang beriman lebih dalam cintanya kepada Allah.” Hal itu dikarenakan kecintaan mereka (orang yang beriman) ikhlas untuk Allah dan karena kesempurnaan mereka dalam mengenali-Nya, penghormatan dan tauhid mereka kepada-Nya. Mereka tidak mempersekutukan apapun dengan-Nya. Akan tetapi mereka hanya menyembah-Nya semata, bertawakal kepada-Nya dan mengembalikan segala urusan kepada-Nya…” (Tafsir Al-Qur’an Al-’Azhim, I/262)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan : “Allah ta’ala mengabarkan bahwasanya barangsiapa yang mencintai sesuatu selain Allah sebagaimana mencintai Allah ta’ala maka dia termasuk kategori orang yang telah menjadikan selain Allah sebagai sekutu. Syirik ini terjadi dalam hal kecintaan bukan dalam hal penciptaan dan rububiyah… Karena sesungguhnya mayoritas penduduk bumi ini telah mengangkat selain Allah sebagai sekutu dalam perkara cinta dan pengagungan.” (dinukil dari Fathul Majid, hal. 320).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Hamad bin ‘Atiq rahimahullah menjelaskan, “Orang-orang musyrik itu menyetarakan sesembahan mereka dengan Allah dalam hal kecintaan dan pengagungan. Inilah pemaknaan ayat tersebut sebagaimana dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah…” (Ibthaalu Tandiid, hal. 180).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam mengatakan : “Penyetaraan semacam itulah yang disebutkan di dalam firman Allah ta’ala tatkala menceritakan penyesalan mereka di akhirat ketika berada di neraka. Mereka berkata kepada sesembahan-sesembahan dan sekutu-sekutu mereka dalam keadaan mereka sama-sama mendapatkan adzab (yang artinya) : “Demi Allah, dahulu kami di dunia berada dalam kesesatan yang nyata, karena kami mempersamakan kamu dengan Rabb semesta alam.” (QS. Asy-Syu’araa’ : 97-98). Telah dimaklumi bersama, bahwasanya mereka bukan mensejajarkan sesembahan mereka dengan Rabbul ‘alamin dalam hal penciptaan dan rububiyah. Namun mereka hanya mensejejajarkan pujaan-pujaan itu dengan Allah dalam hal cinta dan pengagungan…” (dinukil dari Fathul Majid, hal. 320-321)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah menjelaskan : “Kecintaan orang-orang yang beriman lebih dalam dikarenakan kecintaan tersebut adalah kecintaan yang murni yang tidak terdapat noda syirik di dalamnya. Sehingga kecintaan orang-orang yang beriman menjadi lebih dalam daripada kecintaan mereka (orang-orang kafir) kepada Allah.” (Al-Qaul Al-Mufid, II/4-5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh As-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa makna ‘orang-orang yang beriman lebih dalam cintanya kepada Allah’ yaitu apabila dibandingkan dengan kecintaan para pengangkat tandingan itu terhadap sekutu-sekutu mereka. Karena orang-orang yang beriman itu memurnikan cinta untuk Allah, sedangkan mereka mempersekutukan-Nya. Selain itu, mereka juga mencintai sesuatu yang memang layak untuk dicintai, dan kecintaan kepada-Nya merupakan sumber kebaikan, kebahagiaan dan kemenangan hamba. Adapun orang-orang musyrik itu telah mencintai sesuatu yang pada hakikatnya tidak berhak sama sekali untuk dicintai. Dan mencintai tandingan-tandingan itu justru menjadi sumber kebinasaan dan kehancuran hamba serta tercerai-cerainya urusannya.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 80).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : “Sumber terjadinya kesyirikan terhadap Allah adalah syirik dalam perkara cinta. Sebagaimana firman Allah ta’ala, “Dan diantara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan, mereka mencintainya sebagaimana kecintaan mereka kepada Allah. Adapun orang-orang yang beriman lebih dalam cintanya kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah : 165)…” Beliau menegaskan : “Maksud dari pembicaraan ini adalah bahwasanya hakikat penghambaan tidak akan bisa diraih apabila diiringi dengan kesyirikan kepada Allah dalam urusan cinta. Lain halnya dengan mahabbah lillah. Karena sesungguhnya kecintaan tersebut merupakan salah satu koneskuensi dan tuntutan dari penghambaan kepada Allah. Karena sesungguhnya kecintaan kepada rasul –bahkan harus mendahulukan kecintaan kepadanya daripada kepada diri sendiri, orang tua dan anak-anak- merupakan perkara yang menentukan kesempurnaan iman. Sebab mencintai beliau termasuk bagian dari mencintai Allah. Demikian pula halnya pada kecintaan fillah dan lillah…” (Ad-Daa’ wad-Dawaa’, hal. 212-213)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktikan Cintamu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas radhiyallahu’anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sampai dia menjadikan aku lebih dicintainya daripada anak, orang tua dan seluruh umat manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim). Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah berkata : “Maka keimanan tidak menjadi sempurna sampai Rasul lebih dicintainya daripada seluruh makhluk. Kalau demikian halnya yang seharusnya diterapkan dalam kecintaan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka bagaimanakah lagi dengan kecintaan kepada Allah ta’ala?!!…” (Al-Qaul Al-Mufid, II/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah : Jika kamu mencintai Allah maka ikutilah aku.” (QS. Ali-’Imraan : 31). Syaikhul Islam berkata : “Maka tidaklah seseorang menjadi pecinta Allah hingga dia mau tunduk mengikuti Rasulullah.” (lihat Al-’Ubudiyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah menjelaskan : “Pokok dari seluruh amal perbuatan adalah rasa suka (cinta). Karena seorang manusia tidaklah melakukan sesuatu kecuali apa yang disukainya, baik dalam rangka mendapatkan manfaat atau untuk menolak madharat. Maka apabila dia melakukan sesuatu tentulah karena dia menyukainya, mungkin karena dzat sesuatu itu sendiri (sebab internal) seperti halnya makanan atau karena sebab eksternal seperti halnya meminum obat. Ibadah kepada Allah itu dibangun di atas pondasi kecintaan. Bahkan rasa cinta itulah hakikat dari ibadah. Sebab apabila anda beribadah tanpa memiliki rasa cinta maka ibadah yang anda perbuat akan terasa hambar dan tidak ada ruhnya. Karena sesungguhnya apabila di dalam hati seorang insan masih terdapat rasa cinta kepada Allah dan keinginan untuk menikmati surga-Nya maka tentunya dia akan menempuh jalan untuk menggapainya…” (Al-Qaul Al-Mufid, II/3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga perkara, barangsiapa yang pada dirinya terdapat ketiganya niscaya akan merasakan manisnya iman; [1] Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, [2] dia mencintai orang lain tidak lain disebabkan cinta karena Allah, [3] dan dia tidak suka kembali kepada kekafiran sebagaimana dia tidak suka untuk dilemparkan ke dalam kobaran api.” (HR. Bukhari [15,20,5581,6428] dan Muslim [60,61] dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Tali keimanan yang paling kuat adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya [92] dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu disahihkan Al-Albani dalam takhrij Kitabul Iman karya Ibnu Taimiyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah mengatakan, “Tanda kebenaran cinta itu ialah apabila seseorang dihadapkan kepadanya dua perkara, salah satunya dicintai Allah dan Rasul-Nya sementara di dalam dirinya tidak ada keinginan (nafsu) untuk itu, sedangkan perkara yang lain adalah sesuatu yang disukai dan diinginkan oleh nafsunya akan tetapi hal itu akan menghilangkan atau mengurangi perkara yang dicintai Allah dan Rasul-Nya. Apabila ternyata dia lebih memprioritaskan apa yang diinginkan oleh nafsunya di atas apa yang dicintai Allah ini berarti dia telah berbuat zalim dan meninggalkan kewajiban yang seharusnya dilakukannya” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 332).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka perhatikanlah wahai saudaraku kecenderungan dan gerak-gerik hatimu, jangan-jangan selama ini engkau telah menobatkan sesembahan selain Allah jauh di dalam lubuk hatimu; entah itu harta, kedudukan, jabatan, benda, atau sesosok manusia. Engkau mengharapkannya, menggantungkan cita-citamu kepadanya, takut kehilangan dirinya sebagaimana rasa takutmu kehilangan bantuan dari Allah ta’ala, sehingga keridhaannya pun menjadi tujuan segala perbuatan dan tingkah lakumu. Halal dan haram tidak lagi kau pedulikan, aturan Allah pun kau lupakan. Aduhai, betapa malang orang-orang yang telah menjadikan makhluk yang lemah dan tak berdaya sebagai tumpuan harapan hidupnya. Sungguh benar Ibnul Qayyim rahimahullah yang mengatakan, “Sesungguhnya mayoritas penduduk bumi ini telah mengangkat selain Allah sebagai sekutu dalam perkara cinta dan pengagungan.” (dinukil dari Fathul Majid, hal. 320).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah menyelamatkan hati kita dari tipu daya Iblis dan bala tentaranya, dan semoga Allah meneguhkan hati kita untuk menjunjung tinggi kecintaan kepada-Nya di atas segala-galanya. Sebab tidak ada lagi yang lebih melegakan hati dan perasaan kita selain tatkala Allah ta’ala telah menetapkan cinta-Nya untuk kita, sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengabulkan doa. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi-Nya, segala puji bagi Allah Rabb penguasa seluruh alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/663368765739822229-6022989394212437606?l=ahmadromadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/feeds/6022989394212437606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/01/bila-cinta-menyapa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/6022989394212437606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/6022989394212437606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/01/bila-cinta-menyapa.html' title='Bila Cinta Menyapa'/><author><name>Ahmad Romadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13837090664550854555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-ziP_x31l1zg/Ta51INsNEtI/AAAAAAAAANo/4R1eEnsWbBM/s220/211423_1800217990_5560455_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-663368765739822229.post-1995893929941773248</id><published>2011-01-11T03:03:00.000-08:00</published><updated>2011-01-11T03:04:46.051-08:00</updated><title type='text'>BARANGSIAPA BERIMAN KEPADA ALLAH DAN HARI AKHIR</title><content type='html'>Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda, ”Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir&lt;span class="fullpost"&gt; hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (HR. Bukhori - Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca hadits di atas, ada semacam tanda tanya. Mengapa persoalan bicara disampaikan bersama dengan perkara menghormati tetangga dan memuliakan tamu?&lt;br /&gt;Lalu mulailah diri ini merenung....&lt;br /&gt;Kalau menjaga lisan dihubungkan dengan keimanan kepada Allah dan hari akhir, OK lah. Bisa dipahami dan sangat nyambung. Bahwa manusia, sesuai fithrahnya memang tidak dapat lepas dari persoalan komunikasi dengan manusia lainnya, setiap saat. Sehingga potensi keselamatan hidup manusia di dunia dan akhirat sangat tergantung pada cara berkomunikasinya tersebut.&lt;br /&gt;Kemudian, kalau urusan menghormati tetangga menjadi bukti iman seorang muslim kepada Allah dan hari akhir, itu juga sangat wajar dan bisa dipahami. Karena tetangga adalah orang terdekat di sekitar keluarga kita. Apabila kita mempunyai kelebihan rezeki, maka sudah sepantasnya tetangga ikut merasakan kelebihan tersebut. Atau, bila ada tetangga yang membutuhkan bantuan maka kitalah yang pertama kali wajib menolong dan meringankan beban tersebut. Satu hal yang memang wajar dan pantas dikaitkan dengan keimanan seorang muslim.&lt;br /&gt;Dan, kalau soal memuliakan tamu menjadi tolok ukur keimanan seorang muslim, itu juga wajar.&lt;br /&gt;Apalagi bagi kita yang hidup di ruang budaya Timur. Etika ketimuran secara alamiah mendidik kita untuk bersikap baik dan menghormati setiap tamu yang datang ke rumah. Meskipun itu tamu yang baru kita kenal. Maka tak berlebihan kalau Islam menjadikan akhlaq memuliakan tamu sebagai salah satu tolok ukur keimanan seorang muslim.&lt;br /&gt;Tapi, kalau ketiganya disebutkan dalam satu hadits, apa maksudnya? Hikmah apakah yang tersimpan di dalamnya? Diri ini merenung semakin dalam....&lt;br /&gt;Rupanya ada kata kunci yang terlihat menghubungkan ketiganya. Kata kuncinya adalah menghormati dan menghargai. Ketiga perintah di atas mengajak mu’min untuk menghormati dan menghargai orang lain dalam kehidupannya sehari-hari. Dimulai dari hal yang paling sederhana dan paling dekat, yaitu berbicara, bertetangga, dan saat menjadi tuan rumah.&lt;br /&gt;Pertama, soal bicara. Orang berbicara setiap ada kesempatan, di mana pun di pojok dunia ini. Di jalan, di toko, di sekolah, di rumah, di pasar, bahkan di sekolah khusus tuna wicara sekalipun! Berbicara adalah hal paling sederhana yang dilakukan manusia untuk menyampaikan keinginan dan maksudnya. Maka Islam mengajarkan, agar kepada siapa pun seorang mu’min harus (wajib) menjaga lisannya dari perkataan yang buruk, sia-sia, atau menyakitkan. Tujuannya, untuk menghormati dan menghargai orang lain.&lt;br /&gt;Kedua, soal tetangga. Menghormati tetangga berarti, jika ada tetangga yang menyebalkan, yang berulah, dan sombong, bukan berarti wajib dibalas dengan perbuatan yang serupa. Justru dengan hadits ini, seorang mu’min didorong untuk bersikap sebaik-baiknya pada tetangganya. Dan jika si tetangga melakukan kesalahan, maka seorang mu’min tidak boleh berkata kasar (apalagi mengumpat) padanya, atau berkata tentang keburukannya, atau menggunjing tentangnya, atau menyakitinya. Sebaliknya, seorang mu’min wajib menasehati tetangganya.&lt;br /&gt;Ketiga, soal tamu. Memuliakan tamu berarti menghormati dan menghargai kebutuhan tamu.&lt;br /&gt;Bagaimana seorang mu’min yang menjadi tuan rumah dapat menghadirkan suasana nyaman pada tamunya. Intinya bukan pada materi yang disajikan, tetapi cara memperlakukan kehadiran tamu tersebut dalam rumah kita. Persoalan ini ternyata ada kaitannya dengan komunikasi. Bukankah salah satu cara terbaik menghormati tamu adalah berbicara dengan baik dan ramah kepada mereka? Tentunya dengan diiringi wajah yang ramah pula.&lt;br /&gt;Sementara kaitannya dengan tetangga ternyata ada juga. Sebab tetangga adalah pihak yang berpotensi besar menjadi tamu di rumah kita, selain teman-teman dan saudara. Bukankah dalam hubungan bertetangga sehari-hari, kita tidak terlepas dari mampir atau main ke rumah tetangga? Entah karena keperluan arisan, pertemuan PKK, menjenguk yang sakit, syukuran, atau sekedar pinjam panci. Maka di saat-saat seperti itu, menjelmalah tetangga kita sebagai tamu di rumah kita.&lt;br /&gt;Sayangnya, kebanyakan orang menganggap tetangga yang berkunjung bukanlah tamu. Sehingga kala mereka bertamu seringkali kita berkata, ”Nggak usah sungkan, ya. Kayak tamu, aja.” Lalu kita biarkan mereka mengambil minum/makan sendiri, tanpa menyajikan dan mempersilakannya dengan sopan dan memuliakan mereka layaknya tamu. Jadi salah kaprah.&lt;br /&gt;Sungguh mulia syari’at Islam yang menuntun manusia ke dalam rahmat. Tak hanya mengatur sikap hidup pribadi, tapi juga secara detil mengatur tata cara berinteraksi di antara sesama makhluq Allah. Menghasung sikap saling menghormati dan saling mengasihi, serta menghindarkan kehidupan di dunia ini dari kebencian dan kerusakan. Akhirnya, perenungan ini berujung pada rasa syukur dan makin cinta Islam    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/663368765739822229-1995893929941773248?l=ahmadromadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/feeds/1995893929941773248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/01/barangsiapa-beriman-kepada-allah-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/1995893929941773248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/1995893929941773248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/01/barangsiapa-beriman-kepada-allah-dan.html' title='BARANGSIAPA BERIMAN KEPADA ALLAH DAN HARI AKHIR'/><author><name>Ahmad Romadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13837090664550854555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-ziP_x31l1zg/Ta51INsNEtI/AAAAAAAAANo/4R1eEnsWbBM/s220/211423_1800217990_5560455_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-663368765739822229.post-2280134759780622421</id><published>2011-01-11T03:00:00.001-08:00</published><updated>2011-01-11T03:02:26.279-08:00</updated><title type='text'>Wanita Soleha</title><content type='html'>SUNGGUH sangat beruntung bagi wanita shalihah di dunia ini. Ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan. Kalau pun ia wafat, maka Allah akan menjadikannya bidadari &lt;span class="fullpost"&gt; di akhirat nanti. Oleh karena itu, para pemuda jangan sampai salah memilih pasangan hidup. Pilihlah wanita shalihah untuk dijadikan istri dan pendamping hidup setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siti Khadijah r.a. adalah figur seorang istri shalihah yang menjadi penentram batin, pendukung setia, dan penguat semangat suami dalam berjuang dan beribadah kepada Allah SWT. Beliau telah berkorban dengan harta, kedudukan, dan diri beliau demi membela perjuangan Rasulullah Saw. Begitu kuatnya kesan keshalihahan Khadijah r.a., hingga nama beliau banyak disebut-sebut oleh Rasul walau beliau sendiri sudah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam QS. An Nuur ayat 30-31, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara farji (kemaluan) - nya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara farji- nya dan janganlah mereka menampakkan perhiasan kecuali yang biasa nampak dari padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw. bersabda : Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah. (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri khas seorang wanita shalihah adalah ia mampu menjaga pandangannya. Ciri lainnya, dia senantiasa taat kepada Allah dan Rasul Nya. Make up- nya adalah basuhan air wudhu. Lipstiknya adalah memperbanyak dzikir kepada Allah di mana pun berada. Celak matanya adalah memperbanyak bacaan Al Quran. Jika seorang muslimah menghiasi dirinya dengan perilaku takwa, akan terpancar cahaya keshalihahan dari dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita shalihah tidak mau kekayaan termahalnya berupa iman akan rontok. Dia juga sangat memperhatikan kualitas kata-katanya. Tidak ada dalam sejarahnya seorang wanita shalihah centil, suka jingkrak-jingkrak, dan menjerit-jerit saat mendapatkan sesuatu kesenangan. Ia akan sangat menjaga setiap tutur katanya agar bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan bermutu tinggi. Dia sadar betul bahwa kemuliaannya justru bersumber dari kemampuannya menjaga diri (iffah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita shalihah itu murah senyum, karena senyum sendiri adalah shadaqah. Namun, tentu saja senyumnya proporsional. Tidak setiap laki-laki yang dijumpainya diberikan senyuman manis. Intinya, senyumnya adalah senyum ibadah yang ikhlas dan tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain. Bisa dibayangkan jika kaum wanita kerja keras berlatih senyum manis semata untuk meluluhkan hati laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita shalihah juga harus pintar dalam bergaul dengan siapapun. Dengan pergaulan itu ilmunya akan terus bertambah, sebab ia akan selalu mengambil hikmah dari orang-orang yang ia temui. Kedekatannya kepada Allah semakin baik sehingga hal itu berbuah kebaikan bagi dirinya maupun orang lain. Pendek kata, hubungan kemanusiaan dan taqarrub kepada Allah dilakukan dengan sebaik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga selalu menjaga akhlaknya. Salah satu ciri bahwa imannya kuat adalah dari kemampuannya memelihara rasa malu. Dengan adanya rasa malu, segala tutur kata dan tindak tanduknya akan selalu terkontrol. Tidak akan ia berbuat sesuatu yang menyimpang dari bimbingan Al Quran dan As Sunnah. Dan tentu saja godaan setan bagi dirinya akan sangat kuat. Jika ia tidak mampu melawan godaan tersebut, maka bisa jadi kualitas imannya berkurang. Semakin kurang iman seseorang, maka makin kurang rasa malunya. Semakin kurang rasa malunya, maka makin buruk kualitas akhlaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya, wanita shalihah itu adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Rambu-rambu kemuliaannya bukan dari beraneka aksesoris yang ia gunakan. Justru ia selalu menjaga kecantikan dirinya agar tidak menjadi fitnah bagi orang lain. Kecantikan satu saat bisa jadi anugerah yang bernilai . Tapi jika tidak hati-hati, kecantikan bisa jadi sumber masalah yang akan menyulitkan pemiliknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mendapat keterbatasan fisik pada dirinya, wanita shalihah tidak akan pernah merasa kecewa dan sakit hati. Ia yakin bahwa kekecewaan adalah bagian dari sikap kufur nikmat. Dia tidak akan merasa minder dengan keterbatasannya. Pribadinya begitu indah sehingga make up apa pun yang dipakainya akan memancarkan cahaya kemuliaan. Bahkan, kalaupun ia polos tanpa make up sedikit pun, kecantikan jiwanya akan tetap terpancar dan menyejukan hati tiap-tiap orang di sekitarnya. Karena ia yakin betul bahwa Allah tidak akan pernah meleset memberikan karunia kepada hamba-Nya. Makin ia menjaga kehormatan diri dan keluarganya, maka Allah akan memberikan karunia terbaik baginya di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin menjadi wanita shalihah, maka banyak-banyaklah belajar dari lingkungan sekitar dan orang-orang yang kita temui. Ambil ilmunya dari mereka. Bahkan kita bisa mencontoh istri-istri Rasulullah Saw. Seperti Siti Aisyah yang terkenal dengan kecerdasannya dalam berbagai bidang ilmu. Ia terkenal dengan kekuatan pikirannya. Seorang istri seperti beliau adalah seorang istri yang bisa dijadikan gudang ilmu bagi suami dan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi wanita shalihah itu muncul dari sebab keturunan. Bila kita melihat seorang pelajar yang baik akhlaknya dan tutur katanya senantiasa sopan, maka dalam bayangan kita tergambar diri seorang ibu yang telah mendidik dan membimbing anaknya menjadi manusia yang berakhlak. Sulit membayangkan, seorang wanita shalihah ujug-ujug muncul tanpa didahului sebuah proses yang memakan waktu. Disini faktor keturunan memainkan peran. Begitu pun dengan pola pendidikan, lingkungan, keteladanan dan lain-lain. Apa yang nampak, bisa menjadi gambaran bagi sesuatu yang tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak wanita bisa sukses. Namun tidak semua bisa shalihah. Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan yang Allah pimpinkan. Dan aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja berlaku bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri yang berumah tangga. Tidak akan rugi jika seorang remaja putri menjaga sikapnya saat mereka berinteraksi dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Bertemanlah dengan orang-orang yang akan menambah kualitas ilmu, amal dan ibadah kita. Ada sebuah ungkapan mengatakan, Jika kita ingin mengenal pribadi seseorang maka lihatlah teman-teman di sekelilingnya. Usahakanlah kita mampu memberikan warna yang baik bagi orang lain, bukan sebaliknya malah kita yang diwarnai oleh pengaruh buruk orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika para wanita muda mampu menjaga diri dan memelihara akhlaknya, maka iman kaum laki-laki akan semakin kuat. Cahaya keshalihahan wanita mukminah akan menjadi penyejuk sekaligus peneguh hati orang-orang beriman. Apalagi bagi kaum muda yang sangat rentan dari godaan syahwat. Mereka harus dibantu dalam melawan godaan-godaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran wanita shalihah sangat besar dalam keluarga dan bahkan negara. Kita pernah mendengar, bahwa di belakang seorang pemimpin yang sukses ada seorang wanita yang sangat hebat. Jika wanita shalihah ada di belakang para lelaki di dunia ini, maka bisa dibayangkan, berapa banyak kesuksesan yang akan diraih. Selama ini wanita hanya ditempatkan sebagai pelengkap saja, yaitu hanya mendukung dari belakang, tanpa peran tertentu yang serius. Dalam sebuah keterangan diyatakan bahwa bejatnya akhlak wanita bisa menyebabkan hancurnya sebuah negara. Bukankah wanita itu adalah negara? Bayangkanlah, jika tiang-tiang penopang bangunan itu rapuh, maka sudah pasti bangunannya akan roboh dan rata dengan tanah, sehingga tidak akan ada lagi yang tersisa kecuali puing-puing yang nilainya tidak seberapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita tinggal memilih, apakah akan menjadi tiang yang kuat atau tiang yang rapuh? Jika ingin menjadi tiang yang kuat, kaum wanita harus terus berusaha menjadi wanita shalihah dengan mencontoh pribadi istri-istri Rasulullah. Dengan terus berusaha menjaga kehormatan diri dan keluarga serta memelihara farji-nya, maka pesona wanita shalihah akan melekat pada diri kaum wanita kita.﻿    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/663368765739822229-2280134759780622421?l=ahmadromadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/feeds/2280134759780622421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/01/wanita-soleha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/2280134759780622421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/2280134759780622421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/01/wanita-soleha.html' title='Wanita Soleha'/><author><name>Ahmad Romadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13837090664550854555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-ziP_x31l1zg/Ta51INsNEtI/AAAAAAAAANo/4R1eEnsWbBM/s220/211423_1800217990_5560455_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-663368765739822229.post-1913000426995208703</id><published>2011-01-11T02:58:00.000-08:00</published><updated>2011-01-11T02:59:58.888-08:00</updated><title type='text'>Ketika Allah Mencintai Seseorang</title><content type='html'>Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “manakala Allah mencintai seseorang, &lt;span class="fullpost"&gt;Dia akan memanggil Jibril seraya berkata, ‘Aku mencintai si Fulan. Wahai Jibril cintai pula dia’. Jibril pun mencintai orang itu dan mengumumkannya kepada semua penduduk langit. Allah mencintai si Fulan, maka cintai pula dia oleh kalian semua,’ maka semua penduduk langit mencintai orang itu, dan kemudian dia memperoleh kesenangan-kesenangan dari penduduk bumi’”. [HR Bukhari]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/663368765739822229-1913000426995208703?l=ahmadromadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/feeds/1913000426995208703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/01/ketika-allah-mencintai-seseorang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/1913000426995208703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/1913000426995208703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/01/ketika-allah-mencintai-seseorang.html' title='Ketika Allah Mencintai Seseorang'/><author><name>Ahmad Romadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13837090664550854555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-ziP_x31l1zg/Ta51INsNEtI/AAAAAAAAANo/4R1eEnsWbBM/s220/211423_1800217990_5560455_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-663368765739822229.post-4527986437116422184</id><published>2011-01-11T02:57:00.000-08:00</published><updated>2011-01-11T02:58:02.908-08:00</updated><title type='text'>Gunakan 5 perkara sebelum datang 5 perkara lainnya</title><content type='html'>“ gunakanlah 5 perkara sebelum datang 5 perkara lainnya, gunakanlah masa mudamu sebelum masa tuamu., masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum miskinmu, masa lapangmu sebelum datang masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang matimu.” ( HR. Muslim, Tirmidzi dari Amru bin Maimun)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits 5 perkara sebelum 5 perkara di atas adalah salah satu hadits yang sering dibawakan oleh para penceramah. Hadits ini mampu membangkitkan motivasi bagi orang yang mampu memahami maknanya dengan baik. Namun ternyata tidak semua orang mampu memahamin apalagi melaksanakannya . Memang berat sekali untuk melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun masalah akan terasa manakala 5 perkara pertama hilang dan digantikan dengan 5 perkara lainnya. Ketika 5 perkara yang “ dibenci” manusia telah datang, barulah mereka berdo’a dan memohon kepada Allah agar segera menghilangkan 5 perkara itu dan segera digantikan dengan 5 perkara pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sebelum penyesalan itu datang, segera menggunakan 5 perkara yang pertama dengan sebaik-baiknya. Walaupun terasa berat, berusahalah dengan sekuat tenaga demi kebaikan kita di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita diperintahkan menggunakan 5 perkara sebelum datang 5 perkara lainnya ? Yuk kita lihat satu-persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : masa muda sebelum masa tua Manfaat masa muda : kuat, energik, lincah, banyak ide, belum disibukkan urusan keluarga, kemana aja bisa, banyak diminta bantuan, dll. Makanya gunakan masa muda untuk berbuat baik sebanyak-banyaknya. Sebaliknya, masa tua akan sulit mendapatkan kesempatan seperti masa muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : masa sehatmu sebelum masa sakitmu Manfaat masa sehat : makan enak, tidur lelap, bisa kerja, ibadah kuat, aktifitas apapun bisa, bisa membantu orang, bisa cari uang, dll. Makanya beribadah dengan baik sewaktu kita sehat. Sebaliknya, masa sakit tidak akan merasakannya. Bahkan bisa menyusahkan orang banyak. Namun jika sabar, maka sakit itu akan menghapus dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : masa kayamu sebelum miskinmu Manfaat masa kaya : bisa berinfak, bersedekah, membantu orang miskin , membangun fasilitas umum, membangun rumah, beli kendaraan, beli apa saja bisa, dll. Maka tidak ada kata lain kecuali memanfaatkan kekayaan kita di jalan Allah. Karena harta itu milik Allah yang dititipkan ke kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat : masa lapang sebelum datang masa sibuk Manfaat masa lapang : bisa menikmati waktu dengan tenang, berkumpul dengan keluarga, bisa tamasya, jalan-jalan ke mana aja, silaturrohim, dll. Namun jika waktu sibuk datang, maka kita hanya akan disibukkan dengan rutinitas kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima : masa hidup sebelum mati Manfaat hidup : ya…jelas sekali . kita bisa berbuat apa saja. Karena kalau sudah mati, kita tidak bisa kembali lagi ke dunia, segala aktifitas kita akan terhenti dengan kematian. Makanya gunakan hidup ini untuk beribadah semata. Ibadah dalam artian luas. Bekerjapun jika diniatkan ibadah maka akan bisa mendatangkan pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga hadits 5 perkara ini mampu memotivasi kita untuk melakukan sesuatu yang terbaik untuk kita, keluarga kita, dan orang sekeliling kita. Semoga sukses dunia akhirat    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/663368765739822229-4527986437116422184?l=ahmadromadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/feeds/4527986437116422184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/01/gunakan-5-perkara-sebelum-datang-5.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/4527986437116422184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/4527986437116422184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/01/gunakan-5-perkara-sebelum-datang-5.html' title='Gunakan 5 perkara sebelum datang 5 perkara lainnya'/><author><name>Ahmad Romadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13837090664550854555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-ziP_x31l1zg/Ta51INsNEtI/AAAAAAAAANo/4R1eEnsWbBM/s220/211423_1800217990_5560455_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-663368765739822229.post-2811859064880657046</id><published>2011-01-11T02:52:00.000-08:00</published><updated>2011-01-11T02:54:12.654-08:00</updated><title type='text'>Berwudhulah, Maka Batu Menjadi Emas!</title><content type='html'>Kunci yang menentukan nilai aktivitas kita bernilai batu atau emas adalah wudhu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak seorang muslim pun yang tidur malam dalam keadaan suci (berwudhu), kemudian ia terbangun pada malam hari dan minta kepada Allah kebaikan dalam urusan dunia dan akhirat, melainkan &lt;span class="fullpost"&gt;Allah akan mengabulkan permintannya itu.” (HR Abu Daud, Nasai, Ibnu Majjah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tidur dalam keadaan suci dapat membawa hikmah luar biasa...&lt;br /&gt;Nah, kita mau tidur batu atau tidur emas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula seseorang yang berjalan menuju masjid (dalam keadaan wudhu), maka Allah akan memberikan ampunan dan kenaikan derajat untuk setiap langkahnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa berwudhu dari rumahnya, lalu berangkat menuju masjid menegakkan shalat fardhu, maka setiap langkah kanan kirinya untuk melepas dosanya dan mengangkat derajatnya.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika langkah kita ke masjid belum dalam keadaan suci (wudhu), maka langkahnya tidak memberi fadilah untuk menghapus dosa dan kenaikan derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kita mau langkah batu atau langkah emas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga untuk aktivitas-aktivitas lainnya seperti membaca Quran, menuntut ilmu, bekerja, berhubungan suami istri dll semuanya akan jauh lebih bernilai jika dilakukan dalam keadaan suci (berwudhu). Karena itu, jadikanlah setiap aktivitas kita bernilai emas... jaga wudhu selalu.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/663368765739822229-2811859064880657046?l=ahmadromadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/feeds/2811859064880657046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/01/berwudhulah-maka-batu-menjadi-emas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/2811859064880657046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/2811859064880657046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/01/berwudhulah-maka-batu-menjadi-emas.html' title='Berwudhulah, Maka Batu Menjadi Emas!'/><author><name>Ahmad Romadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13837090664550854555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-ziP_x31l1zg/Ta51INsNEtI/AAAAAAAAANo/4R1eEnsWbBM/s220/211423_1800217990_5560455_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-663368765739822229.post-300230328034758775</id><published>2011-01-11T02:50:00.000-08:00</published><updated>2011-01-11T02:52:15.188-08:00</updated><title type='text'>Delapan Tipe Orang Perlu Dijauhi</title><content type='html'>By Pipiet Tri Noorastuti, Anda Nurlaila - Rabu, 1 Desember&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIVAnews - Hubungan yang sehat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan jiwa. Namun, kerapkali kita terjebak dalam hubungan dengan sosok yang memiliki karakter 'negatif'. Mereka umumnya sering mengeluh, mudah marah, atau tidak sabar.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenali karakter seseorang di awal perkenalan menjadi penting. Apalagi jika ada prospek melanjutkannya dalam hubungan yang lebih serius. Kenali sejumlah karakter seseorang, seperti dikutip dari Times of India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memelihara masa lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang menolak melepaskan masa lalu dan cenderung 'merawat' kenangan menyakitkan. Akibatnya, orang ini hidup dengan kemarahan dan kepahitan. Bila terjadi terus menerus, dapat mempengaruhi orang yang berada di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Jika mereka mulai memunculkan subjek masa lalu, jangan ragu memberitahu dia bahwa Anda tidak ingin membicarakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengasihani diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada orang yang merasa menanggung beban seluruh dunia. Alih-alih mencari solusi, orang tipe ini terus mengasihani diri sendiri dan tidak melihat jalan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Tawarkan bantuan dan jika masih tidak mau berubah, sebaiknya menjauh darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Munafik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada berhubungan dengan orang yang memiliki sifat 'lain di mulut lain di hati'. Di depan Anda, dia muncul orang yang paling manis, namun bersikap sebaliknya di belakang Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Jika Anda menangkap ini terjadi berulangkali kepada orang lain, segera jauhi. Bukan tidak mungkin dia melakukan hal serupa kepada Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Selalu negatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah jenis orang yang selalu memandang hal negatif dari hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Bantulah melihat sisi positif dari dirinya. Jika tidak mau menerima, jangan biarkan hal negatif itu mempengaruhi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Paling sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang seperti ini biasanya merasa lebih baik dan menarik daripada orang lain. Ia sangat menikmati aktivitas mengkritik dan menertawai orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Bersikap sabar dengan perilakunya. Namun, jika mereka tidak berubah, sudah saatnya Anda untuk meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bangga mengumbar rahasia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sangat bangga menceritakan skandal dalam hidup dan senang melibatkan sebanyak mungkin orang dalam perdebatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Bisa saja Anda dapat mendengarkannya. Namun bila mempengaruhi diri sendiri, segera menjauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Frustasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang ini selalu merasa frustrasi dengan hidupnya dan melampiaskannya pada orang lain di sekitarnya. Bahkan, seringkali mereka mengambil kesimpulan yang irasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Jika ia mulai merencanakan sesuatu yang gila katakan bahwa hal itu mengganggu Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Sang Komentator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang seperti ini mengomentari semua yang terjadi dalam kehidupan orang lain. Seringkali, perkataan mereka menimbulkan perkelahian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Berhati-hatilah bila berada di sekitar orang tersebut dan berhati-hati dengan perkataan Anda.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/663368765739822229-300230328034758775?l=ahmadromadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/feeds/300230328034758775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/01/delapan-tipe-orang-perlu-dijauhi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/300230328034758775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/300230328034758775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/01/delapan-tipe-orang-perlu-dijauhi.html' title='Delapan Tipe Orang Perlu Dijauhi'/><author><name>Ahmad Romadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13837090664550854555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-ziP_x31l1zg/Ta51INsNEtI/AAAAAAAAANo/4R1eEnsWbBM/s220/211423_1800217990_5560455_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-663368765739822229.post-4386191363654539738</id><published>2011-01-11T02:41:00.000-08:00</published><updated>2011-01-11T02:45:48.165-08:00</updated><title type='text'>Adab Berpakaian Bagi Muslimah</title><content type='html'>oleh Profesor Immoecth pada 02 Januari 2011 jam 21:22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Ustadz Aris Munandar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah Hitam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan warna pakaian terutama pakaian perempuan, terdapat beragam sikap orang yang dapat kita jumpai. Ada yang beranggapan bahwa warna pakaian seorang perempuan muslimah itu harus hitam atau minimal warna yang cenderung gelap. &lt;span class="fullpost"&gt;Di sisi lain ada yang memiliki pandangan bahwa perempuan bebas memilih warna dan motif apa saja yang dia sukai. Sesungguhnya Allah itu maha indah dan mencintai keindahan, kata mereka beralasan. Manakah yang benar dari pendapat-pendapat ini jika ditimbang dengan aturan al-Qur’an dan sunnah shahihah yang merupakan suluh kita untuk menentukan pilihan dari berbagai pendapat yang kita jumpai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu persyaratan pakaian muslimah yang syar’i adalah pakaian tersebut bukanlah perhiasan. Dalam syarat ini adalah firman Allah yang artinya, “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. an Nur:31). Dengan redaksinya yang umum ayat ini mencakup larangan menggunakan pakaian luar jika pakaian tersebut berstatus “perhiasan” yang menarik pandangan laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن فَضَالَةُ بْنُ عُبَيْدٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ ثَلَاثَةٌ لَا تَسْأَلْ عَنْهُمْ رَجُلٌ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ وَعَصَى إِمَامَهُ وَمَاتَ عَاصِيًا وَأَمَةٌ أَوْ عَبْدٌ أَبَقَ فَمَاتَ وَامْرَأَةٌ غَابَ عَنْهَا زَوْجُهَا قَدْ كَفَاهَا مُؤْنَةَ الدُّنْيَا فَتَبَرَّجَتْ بَعْدَهُ فَلَا تَسْأَلْ عَنْهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Fadhalah bin Ubaid, dari Nabi beliau bersabda, “Tiga jenis orang yang tidak perlu kau tanyakan (karena mereka adalah orang-orang yang binasa). Yang pertama adalah orang yang meninggalkan jamaah kaum muslimin yang dipimpin oleh seorang muslim yang memiliki kekuasaan yang sah dan memilih untuk mendurhakai penguasa tersebut sehingga meninggal dalam kondisi durhaka kepada penguasanya. Yang kedua adalah budak laki-laki atau perempuan yang kabur dari tuannya dan meninggal dalam keadaan demikian. Yang ketiga adalah seorang perempuan yang ditinggal pergi oleh suaminya padahal suaminya telah memenuhi segala kebutuhan duniawinya lalu ia bertabarruj setelah kepergian sang suami. Jangan pernah bertanya tentang mereka.” (HR Ahmad no 22817 dll, shahih. Lihat Fiqh Sunnah lin Nisa’, hal 387)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tabarruj itu didefinisikan oleh para ulama’ dengan seorang perempuan yang menampakkan “perhiasan” dan daya tariknya serta segala sesuatu yang wajib ditutupi karena hal tersebut bisa membangkitkan birahi seorang laki-laki yang masih normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, maksud dari perintah berjilbab adalah menutupi segala sesuatu yang menjadi perhiasan (baca: daya tarik) seorang perempuan. Maka sungguh sangat aneh jika ternyata pakaian yang dikenakan tersebut malah menjadi daya tarik tersendiri. Sehingga fungsi pakaian tidak berjalan sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian anggapan sebagian perempuan multazimah (yang komitmen dengan aturan agama) bahwa seluruh pakaian yang tidak berwarna hitam adalah pakaian “perhiasan” adalah anggapan yang kurang tepat dengan menimbang dua alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama, sabda Nabi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن طيب الرجال ما خفي لونه وظهر ريحه ، وطيب النساء ما ظهر لونه وخفي ريحه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wewangian seorang laki-laki adalah yang tidak jelas warnanya tapi nampak bau harumnya. Sedangkan wewangian perempuan adalah yang warnanya jelas namun baunya tidak begitu nampak.” (HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman no.7564 dll, hasan. Lihat Fiqh Sunnah lin Nisa’, hal. 387)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini mengisyaratkan bahwa adanya warna yang jelas bukanlah suatu hal yang terlarang secara mutlak bagi seorang perempuan muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, para sahabiyah (sahabat Nabi yang perempuan) bisa memakai pakaian yang berwarna selain warna hitam. Bukti untuk hal tersebut adalah riwayat-riwayat berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ عِكْرِمَةَ أَنَّ رِفَاعَةَ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ فَتَزَوَّجَهَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الزَّبِيرِ الْقُرَظِيُّ قَالَتْ عَائِشَةُ وَعَلَيْهَا خِمَارٌ أَخْضَرُ فَشَكَتْ إِلَيْهَا وَأَرَتْهَا خُضْرَةً بِجِلْدِهَا فَلَمَّا جَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالنِّسَاءُ يَنْصُرُ بَعْضُهُنَّ بَعْضًا قَالَتْ عَائِشَةُ مَا رَأَيْتُ مِثْلَ مَا يَلْقَى الْمُؤْمِنَاتُ لَجِلْدُهَا أَشَدُّ خُضْرَةً مِنْ ثَوْبِهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ikrimah, Rifa’ah menceraikan istrinya yang kemudian dinikahi oleh Abdurrahman bin az Zubair. Aisyah mengatakan, “Bekas istri rifa’ah itu memiliki kerudung yang berwarna hijau. Perempuan tersebut mengadukan dan memperlihatkan kulitnya yang berwarna hijau. Ketika Rasulullah tiba, Aisyah mengatakan, Aku belum pernah melihat semisal yang dialami oleh perempuan mukminah ini. Sungguh kulitnya lebih hijau dari pada pakaiannya.” (HR. Bukhari no. 5377)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ummi Khalid binti Khalid, Nabi mendapatkan hadiah berupa pakaian berwarna hitam berukuran kecil. Nabi bersabda, “Menurut pendapat kalian siapakah yang paling tepat kuberikan pakaian ini kepadanya?” Para sahabat hanya terdiam seribu bahasa. Beliau lantas bersabda, “Bawa kemari Ummi Khalid (seorang anak kecil perempuan yang diberi kunyah Ummi Khalid)” Ummi Khalid dibawa ke hadapan Nabi sambil digendong. Nabi lantas mengambil pakaian tadi dengan tangannya lalu mengenakannya pada Ummi Khalid sambil mendoakannya, “Moga awet, moga awet.” Pakaian tersebut memiliki garis-garis hijau atau kuning. Nabi kemudian berkata, “Wahai Ummi khalid, ini pakaian yang cantik.” (HR. Bukhari no. 5823)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ketika itu Ummi Khalid belum balig namun Nabi tidak mungkin melatih dan membiasakan anak kecil untuk mengerjakan sebuah kemaksiatan. Sehingga hadits ini menunjukkan bolehnya seorang perempuan mengenakan pakaian berwarna hitam yang bercampur dengan garis-garis berwarna hijau atau kuning. Jadi pakaian tersebut tidak murni berwarna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari al Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr, “Sesungguhnya Aisyah memakai pakaian yang dicelup dengan ‘ushfur saat beliau berihram” (HR. Ibnu Abi Syaibah 8/372, dengan sanad yang shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tulisan yang lewat telah kita bahas bahwa yang dimaksud dengan celupan dengan ‘ushfur adalah celupan yang menghasilkan warna merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan Aisyah sebagaimana dalam riwayat di atas menunjukkan bahwa seorang perempuan muslimah diperbolehkan memakai pakaian berwarna merah polos. Bahkan pakaian merah polos adalah pakaian khas bagi perempuan sebagaimana keterangan di edisi yang lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa riwayat yang kuat dari salaf tentang hal ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Dari Ibrahim an Nakha’i, bersama Alqamah dan al Aswad beliau menjumpai beberapa istri Nabi. beliau melihat para istri Nabi tersebut mengenakan pakaian berwarna merah.&lt;br /&gt;   * Dari Ibnu Abi Mulaikah, aku melihat Ummi Salamah mengenakan kain yang dicelup dengan ‘ushfur (baca: berwarna merah).&lt;br /&gt;   * Dari Hisyam dari Fathimah bin al Mundzir, sesungguhnya asma’ memakai pakaian yang dicelup dengan ‘ushfur (baca: berwarna merah)&lt;br /&gt;   * Dari Said bin Jubair, beliau melihat salah seorang istri Nabi yang thawaf mengelilingi Ka’bah sambil mengenakan pakaian yang dicelup dengan ‘ushfur (Baca: Berwarna merah). (Lihat Jilbab Mar’ah Muslimah karya al Albani hal. 122-123).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu riwayat-riwayat di atas juga menunjukkan bahwa pakaian berwarna merah tersebut dipakai di hadapan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, yang dimaksud dengan pakaian yang menjadi “perhiasan” yang tidak boleh dipakai oleh seorang muslimah ketika keluar rumah adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Pakaian yang terdiri dari berbagai warna (Baca: Warna warni).&lt;br /&gt;  2. Pakaian yang dihias dengan garis-garis berwarna keemasan atau berwarna perak yang menarik perhatian laki-laki yang masih normal. (Fiqh Sunnah lin Nisa’, hal. 388).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Alusi berkata, “Kemudian ketahuilah bahwa menurut kami termasuk “perhiasan” yang terlarang untuk dinampakkan adalah kelakuan mayoritas perempuan yang bergaya hidup mewah di masa kita saat ini yaitu pakaian yang melebihi kebutuhan untuk menutupi aurat ketika keluar dari rumah. Yaitu pakaian dari tenunan sutra terdiri dari beberapa warna (baca:warna-warni). Pada pakaian tersebut terdapat garis-garis berwarna keemasan atau berwarna perak yang membuat mata lelaki normal terbelalak. Menurut kami suami atau orang tua yang mengizinkan mereka keluar rumah dan berjalan di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya dalam keadaan demikian itu disebabkan kurangnya rasa cemburu. Hal ini adalah kasus yang terjadi di mana-mana.” (Ruhul Ma’ani, 6/56, lihat Jilbab Mar’ah Muslimah, karya Al Albani hal. 121-122).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian keadaan di masa beliau, lalu apa yang bisa kita katakan tentang keadaan masa sekarang! Allahul Musta’an (Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, pakaian yang lebih dianjurkan adalah pakaian yang berwarna hitam atau cenderung gelap karena itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Pakaian yang sering dikenakan oleh para istri Nabi. Ketika Shafwan menjumpai Aisyah yang tertinggal dari rombongan, Shafwan melihat sosok hitam seorang yang sedang tidur. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;  2. Hadits dari Aisyah yang menceritakan bahwa sesudah turunnya ayat hijab, para perempuan anshar keluar dari rumah-rumah mereka seakan-akan di kepala mereka terdapat burung gagak yang tentu berwarna hitam. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serba Serbi Seputar Warna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbab Putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lajnah Daimah (Komite Fatwa Para Ulama’ Saudi) pernah mendapatkan pertanyaan sebagai berikut, “Apakah seorang perempuan diperbolehkan memakai pakaian ketat dan memakai pakaian berwarna putih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban Lajnah Daimah, “Seorang perempuan tidak diperbolehkan untuk menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya atau keluar ke jalan-jalan dan pusat perbelanjaan dalam keadaan memakai pakaian yang ketat, membentuk lekuk tubuh bagi orang yang memandangnya. Karena dengan pakaian tersebut, perempuan tadi seakan telanjang, memancing syahwat dan menjadi sebab timbulnya hal-hal yang berbahaya. Demikian pula, seorang perempuan tidak diperbolehkan memakai pakaian yang berwarna putih jika warna pakaian semisal itu di daerahnya merupakan ciri dan simbol laki-laki. Jika hal ini dilanggar berarti menyerupai laki-laki, suatu perbuatan yang dilaknat oleh Nabi.” (Fatawa al Mar’ah, 2/84, dikumpulkan oleh Muhammad Musnid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan di atas menunjukkan bahwa pada asalnya seorang perempuan diperbolehkan memakai pakaian yang berwarna putih asalkan cukup tebal sehingga tidak transparan/tembus pandang terutama ketika matahari bersinar cukup terik. Hukum ini bisa berubah jika di tempat tersebut pakaian berwarna putih merupakan ciri khas pakaian laki-laki maka terlarang karena menyerupai lawan jenis bukan karena warna putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu pandangan miring sebagian wanita multazimah (yang komitmen dengan syariat) di negeri kita terhadap wanita yang berwarna putih adalah pandangan yang tidak tepat karena di negeri kita pakaian berwarna putih bukanlah ciri khas pakaian laki-laki, bahkan sebaliknya menjadi ciri pakaian perempuan (Baca: Jilbab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian Perhiasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam edisi yang lewat, telah kita bahas tentang salah satu yang terlarang untuk pakaian perempuan yaitu bukan perhiasan dan telah kita sebutkan dua kriteria untuk mengetahui hal tersebut. Namun beberapa waktu yang lewat kami dapatkan penjelasan yang lebih tepat mengenai hal ini. Tepatnya dari Syaikh Ali al Halabi, salah seorang ulama dari Yordania. Ketika beliau ditanya tentang parameter untuk menilai suatu pakaian itu pakaian perhiasan ataukah bukan bagi seorang perempuan, beliau katakan, “Parameter untuk menilai hal tersebut adalah ‘urf (aturan tidak tertulis dalam suatu masyarakat)” (Puncak, Bogor 14 Februari 2007 pukul 17:15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan beliau sangat tepat, karena dalam ilmu ushul fiqh terdapat suatu kaedah: “Pengertian dari istilah syar’i kita pahami sebagaimana penjelasan syariat. Jika tidak ada maka mengacu kepada penjelasan linguistik arab. Jika tetap tidak kita jumpai maka mengacu kepada pandangan masyarakat setempat (’urf ).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misal pengertian menghormati orang yang lebih tua. Definisi tentang hal ini tidak kita jumpai dalam syariat maupun dari sudut pandang bahasa Arab. Oleh karena itu dikembalikan kepada pandangan masyarakat setempat. Jika suatu perbuatan dinilai menghormati maka itulah penghormatan. Sebaliknya jika dinilai sebagai penghinaan maka statusnya adalah penghinaan. Hal serupa kita jumpai dalam pengertian pakaian perhiasan bagi seorang muslimah yang terlarang. Misal menurut pandangan masyarakat kita pakaian kuning atau merah polos bagi seorang perempuan yang dikenakan ketika keluar rumah adalah pakaian perhiasan maka itulah pakaian perhiasan yang terlarang. Akan tetapi di tempat atau masa yang berbeda pakaian dengan warna tersebut tidak dinilai sebagai pakaian perhiasan maka pada saat itu pakaian tersebut tidak dinilai sebagai pakaian perhiasan yang terlarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini merupakan ringkasan artikel yang berjudul “Adab Berpakaian” bagian ke 3 dan 4 dari beberapa seri artikel di www.muslim.or.id. Silahkan langsung merujuk ke www.muslim.or.id untuk mengetahui adab-adab berpakaian lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai perempuan muslimah, melalui tulisan ini saya mencoba untuk saling mengingatkan. Dan bukan berarti saya menggurui, saya hanya ingin menyampaikan cara berpakaian muslimah baju muslim yang benar menurut Al-Quran dan Al-Hadist. Dalam bukunya ” Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah fil Kitabi was Sunati.”, Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani menjelaskan menurut Al-Quran dan Al-Hadist, bahwa jilbab itu harus memenuhi 8 syarat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Menutup seluruh badan selain yang dikecualikan.( QS.An-Nur : 31, Al-Ahzab : 59 ).&lt;br /&gt;  2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan.( QS. An-Nur : 31, Al-Ahzab : 33 )&lt;br /&gt;  3. Kainnya harus tebal, tidak tipis. ( HR. Abu Dawud )&lt;br /&gt;  4. Harus longgar, tidak ketat, sehingga tidak menggambarkan sesuatu dari tubuhnya. ( HR. Al-Baihaqi, Abu Dawud, dan Ad-Dhiya )&lt;br /&gt;  5. Tidak diberi wewangian atau parfum.( HR. An-Nasa’i, HR. Muslim )&lt;br /&gt;  6. Tidak menyerupai laki-laki. ( HR. Abu Dawud, HR. Ahmad, HR. Nasa’i, Hakim, Baihaqi dan Ahmad )&lt;br /&gt;  7. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir. ( HR. Ahmad, HR. Muslim, HR. At-Tabrani )&lt;br /&gt;  8. Bukan libas syuhrah ( pakaian popularitas ). ( HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah 8 syarat pakaian wanita muslimah berpaikaian baju muslim. Pertanyaannya sekarang, apakah ukhti sudah memenuhi itu semua ? Atau bahkan ukhti belum berjilbab/masih menampakkan auratnya ?( Astaghfirullah, Na’udzubillah ). Ingat berjilbab itu kewajiban bukan sunnah atau lainnya, jadi tidak benar jika berjilbab itu menunggu kesiapan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah melimpahkan rahmad, hidayah serta ridhlo Nya pada kita semua. Amin……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazzakumullah Khairan Katsira……………Wasslmkm Wr Wb………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/663368765739822229-4386191363654539738?l=ahmadromadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/feeds/4386191363654539738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/01/adab-berpakaian-bagi-muslimah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/4386191363654539738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/4386191363654539738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2011/01/adab-berpakaian-bagi-muslimah.html' title='Adab Berpakaian Bagi Muslimah'/><author><name>Ahmad Romadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13837090664550854555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-ziP_x31l1zg/Ta51INsNEtI/AAAAAAAAANo/4R1eEnsWbBM/s220/211423_1800217990_5560455_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-663368765739822229.post-4139091594370615656</id><published>2009-12-16T05:57:00.000-08:00</published><updated>2009-12-19T10:37:22.952-08:00</updated><title type='text'>Mari Berkurban</title><content type='html'>&lt;p style="visibility:visible;"&gt;&lt;object type="application/x-shockwave-flash" data="http://widget-e7.slide.com/widgets/slideticker.swf" height="320" width="426" style="width:426px;height:320px"&gt;&lt;param name="movie" value="http://widget-e7.slide.com/widgets/slideticker.swf" /&gt;&lt;param name="quality" value="high" /&gt;&lt;param name="scale" value="noscale" /&gt;&lt;param name="salign" value="l" /&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"/&gt; &lt;param name="flashvars" value="cy=ms&amp;il=1&amp;channel=3170534137708118503&amp;site=widget-e7.slide.com"/&gt;&lt;/object&gt;&lt;p style="white-space:nowrap"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=ms&amp;at=un&amp;id=3170534137708118503&amp;map=1" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-e7.slide.com/p1/3170534137708118503/ms_t024_v000_s0un_f00/images/xslide1.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=ms&amp;at=un&amp;id=3170534137708118503&amp;map=2" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-e7.slide.com/p2/3170534137708118503/ms_t024_v000_s0un_f00/images/xslide2.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=ms&amp;at=un&amp;id=3170534137708118503&amp;map=F" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-e7.slide.com/p4/3170534137708118503/ms_t024_v000_s0un_f00/images/xslide42.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/663368765739822229-4139091594370615656?l=ahmadromadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/feeds/4139091594370615656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2009/12/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/4139091594370615656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/4139091594370615656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2009/12/blog-post.html' title='Mari Berkurban'/><author><name>Ahmad Romadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13837090664550854555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-ziP_x31l1zg/Ta51INsNEtI/AAAAAAAAANo/4R1eEnsWbBM/s220/211423_1800217990_5560455_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-663368765739822229.post-3738352227401125626</id><published>2009-07-30T05:57:00.000-07:00</published><updated>2009-12-16T04:40:39.784-08:00</updated><title type='text'>Do’a Dua Malaikat Setiap Subuh</title><content type='html'>&lt;a style="color: rgb(255, 102, 0);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5XaEew5vjRQ/SyjVL30a4GI/AAAAAAAAAFA/OWKS2qrCLXU/s1600-h/sujud-ibu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 216px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5XaEew5vjRQ/SyjVL30a4GI/AAAAAAAAAFA/OWKS2qrCLXU/s320/sujud-ibu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415812951852114018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Islam sangat menganjurkan pemeluknya untuk berinfaq. Anjuran yang bahkan pada bagian awal surah Al-Baqarah telah disebutkan oleh Allah subhaanahu wa ta’aala menggambarkan salah satu karakter utama orang bertaqwa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;الم ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Alif Laam Miim. Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan meng-infaq-kan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”&lt;br /&gt;(QS Al-Baqarah ayat 1-3)&lt;br /&gt;Dalam ayat di atas Allah ta’aala menyebutkan karakter muttaqin yang biasa berinfaq bersama karakternya yang rajin menegakkan sholat. Di dalam Al-Qur’an hampir selalu karakter menegakkan sholat dan mengeluarkan infaq disebutkan dalam suatu rangkaian berpasangan. Hal ini mudah dimengerti sebab ajaran Islam selalu menekankan keseimbangan dalam segala sesuatu. Islam bukan semata ajaran yang mewujudkan hubungan antara hamba dengan rabbnya atau hablum minAllah, tetapi juga hubungan antara hamba dengan sesama hamba atau hablum minan-naas.&lt;br /&gt;Uniknya lagi, di dalam ajaran Islam bila suatu perintah Allah ta’aala dilaksanakan, maka bukan saja hal itu menunjukkan kepatuhan seorang hamba akan rabbnya, melainkan dijamin bakal mendatangkan manfaat bagi si hamba. Ini yang disebut dengan fadhilah atau keutamaan suatu ’amal-perbuatan. Misalnya sholat malam atau tahajjud. Allah ta’aala menjanjikan bagi pelakunya bakal memperoleh kekuatan daya pengaruh ketika berbicara.&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا&lt;br /&gt;أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآَنَ تَرْتِيلًا إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا&lt;br /&gt;“Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.” (QS AlMuzzammil ayat 1-5)&lt;br /&gt;Contoh lainnya bila seseorang meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’aala maka di antara fadhilah yang akan ia peroleh adalah penambahan ilmu dari Allah ta’aala, jalan keluar kesulitan hidupnya serta rizqi dari arah yang tidak disangka-sangka.&lt;br /&gt;وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ&lt;br /&gt;”Dan bertakwalah kepada Allah; Allah (akan) mengajarmu.” (QS AlBaqarah ayat 282)&lt;br /&gt;وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ&lt;br /&gt;”Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS Ath-Thalaq ayat 2-3)&lt;br /&gt;Demikian pula dengan berinfaq. Allah ta’aala menjanjikan fadhilah di balik kedermawanan seseorang yang rajin berinfaq.&lt;br /&gt;قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ&lt;br /&gt;“Katakanlah, "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)." Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS Saba’ ayat 39)&lt;br /&gt;Bahkan dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan keuntungan yang bakal diraih seseorang yang rajin berinfaq di pagi hari sekaligus kerugian yang bakal dideritanya bilamana ia tidak peduli berinfaq di pagi hari.&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا&lt;br /&gt;وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا (البخاري)&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Nabi Muhammad shollallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Tidak ada satu subuh-pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”, sedangkan yang satu lagi berdo’a “Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya)” (HR Bukhary 5/270)&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman, marilah kita galakkan berinfaq di pagi hari agar malaikat mendoakan kelapangan rizqi yang memang sangat kita perlukan untuk memperlancar ibadah, amal sholeh, da’wah dan jihad kita di dunia. Dan jangan biarkan ada satu pagipun yang berlalu tanpa berinfaq sebab itu sama saja kita mengundang kerusakan dalam hidup sebagaimana doa malaikat yang satunya di setiap pagi hari.&lt;br /&gt;Ketahuilah, bukan banyaknya jumlah infaq yang penting melainkan kontinuitas-nya. Lebih baik berinfaq sedikit namun konstan terus-menerus daripada berinfaq dalam jumlah besar namun hanya sekali setahun atau seumur hidup. Orang yang konstan berinfaq tidak bakal dipengaruhi oleh musim. Dalam masa paceklik tetap berinfaq, dalam masa panen tentu lebih pasti.&lt;br /&gt;وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ&lt;br /&gt;أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ&lt;br /&gt;“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.”&lt;br /&gt;(QS Ali Imran ayat 133-134)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ihsan Tandjung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/663368765739822229-3738352227401125626?l=ahmadromadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/feeds/3738352227401125626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2009/07/doa-dua-malaikat-setiap-subuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/3738352227401125626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/3738352227401125626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2009/07/doa-dua-malaikat-setiap-subuh.html' title='Do’a Dua Malaikat Setiap Subuh'/><author><name>Ahmad Romadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13837090664550854555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-ziP_x31l1zg/Ta51INsNEtI/AAAAAAAAANo/4R1eEnsWbBM/s220/211423_1800217990_5560455_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5XaEew5vjRQ/SyjVL30a4GI/AAAAAAAAAFA/OWKS2qrCLXU/s72-c/sujud-ibu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-663368765739822229.post-1260492464638858716</id><published>2009-07-27T08:40:00.000-07:00</published><updated>2009-07-27T08:57:20.237-07:00</updated><title type='text'>Buku-buku Karya Harun Yahya</title><content type='html'>Beberapa buku-buku karya Harun Yahya telah diterjemahkan dan diterbitkan di Indonesia. Sementara itu buku-buku yang lain sedang dalam proses penerjemahan dan penerbitan. Di bawah ini adalah ringkasan dari isi buku-buku yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia &lt;span class="fullpost"&gt;yang telah tersedia dalam format elektronik. Anda dapat membaca buku-buku tersebut dengan mengikuti link pada tiap ringkasan. Atau jika Anda ingin langsung mendownload mereka silakan kunjungi halaman Download kami.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Mengenal Allah Lewat Akal &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di sekeliling kita ada banyak hal yang dapat membawa kita kepada keberadaan Allah. &lt;br /&gt;Buku ini ditulis untuk menjawab pertanyaan semacam: "Bagaimana kita tahu bahwa Allah itu ada?" Buku ini mengajak pembaca untuk memikirkan alam semesta dan kehidupan yang telah Allah ciptakan dan melihat kesempurnaan dari setiap ciptaan-Nya. Kita akan diajak memikirkan bagaimana penciptaan alam semesta; bahwa alam diciptakan dari ketiadaan. Kita akan diajak melihat 'kecanggihan' sistem pertahanan tubuh kita dan juga makhluk lain dan menyimpulkan bahwa itu semua tak mungkin berasal dari suatu kebetulan atau ketidaksengajaan. Kita juga akan diperlihatkan berbagai penemuan ilmiah yang menunjukkan kebenaran Al Qur'an; bahwa Al Qur'an adalah firman dari Dzat yang mengetahui rahasia alam semesta ini. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bagaimana Seorang Muslim Berfikir &lt;br /&gt;  Manusia adalah makhluk yang telah diberi Allah sarana berpikir. Sayangnya kebanyakan manusia tidak menggunakan sarana ini sebagaimana mestinya. &lt;br /&gt;Pernahkan Anda berpikir bahwa Anda tidak ada sebelum Anda dilahirkan, dan kemudian secara tiba-tiba Anda muncul di muka bumi? Pernahkan Anda memikirkan bahwa kulit buah pisang, melon, semangka atau jeruk berfungsi sebagai pembungkus yang berkualitas tinggi yang mampu menjaga aroma dan rasa buah tersebut? Manusia adalah makhluk yang telah diberi Allah sarana berpikir. Sayangnya kebanyakan manusia tidak menggunakan sarana ini sebagaimana mestinya… Buku ini bertujuan untuk mengajak manusia berpikir sebagaimana mestinya dan untuk memberikan arahan dalam kegiatan berpikirnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Keikhlasan Dalam Telaah Al-Qur'an &lt;br /&gt;  Orang umumnya ingin mengetahui apa yang membuat mereka sakit, bagaimana penyakit mengambil alih sepenuhnya tubuh mereka, apa yang menyebabkan demam, kelelahan mendalam, rasa nyeri di tulang dan sendi, serta proses apa yang terjadi dalam tubuh mereka selama sakit. &lt;br /&gt;Tujuan utama buku ini adalah untuk menjelajahi bagaimana sistem yang melindungi tubuh manusia layaknya pasukan bersenjata yang ber-disiplin dan teratur ini, terwujud dan bagaimana kerjanya. Dua poin ini akan menggiring kita pada kesimpulan penting. Perta-ma, kita bersama-sama akan menyaksikan keunikan dan kesempurnaan ciptaan Allah. Yang kedua, kita akan mengamati hal bertentangan pada teori evolusi, sebuah keyakinan khayali yang tidak mempunyai pembuk-tian apa pun, termasuk di dalam alasannya sendiri. Kita akan melihat pula landasan tidak logis yang menjadi dasar tegaknya teori evolusi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;CATATAN:&lt;br /&gt;Buku-buku karya Harun Yahya asli berbahasa Turki keseluruhannya berjumlah sekitar 180 judul. Penterjemahan karya-karya asli ini ke dalam bahasa Inggris kini sedang berlangsung. Pada situs ini, Anda hanya dapat melihat buku-buku yang saat ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Untuk melihat koleksi lengkap Harun Yahya, Anda dapat mengunjungi Catalog &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/663368765739822229-1260492464638858716?l=ahmadromadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/feeds/1260492464638858716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2009/07/buku-buku-karya-harun-yahya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/1260492464638858716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/1260492464638858716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2009/07/buku-buku-karya-harun-yahya.html' title='Buku-buku Karya Harun Yahya'/><author><name>Ahmad Romadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13837090664550854555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-ziP_x31l1zg/Ta51INsNEtI/AAAAAAAAANo/4R1eEnsWbBM/s220/211423_1800217990_5560455_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-663368765739822229.post-7725813090370185472</id><published>2009-07-13T19:14:00.000-07:00</published><updated>2009-12-16T04:43:28.706-08:00</updated><title type='text'>Wudhu Mencegah Terjadinya Berbagai Penyakit Kulit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5XaEew5vjRQ/SyjV5ztC2II/AAAAAAAAAFI/j81ysgokTUo/s1600-h/sujud.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5XaEew5vjRQ/SyjV5ztC2II/AAAAAAAAAFI/j81ysgokTUo/s320/sujud.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415813741021419650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((من توضأ فأحسن الوضوء خرجت خطاياه من جسده حتى تخرج من تحت أظفاره )) رواه مسلم.&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "Barangsiapa berwudhu &lt;span class="fullpost"&gt;dengan membaguskan wudhu'nya, maka keluarlah dosa-dosanya dari kulitnya sampai dari kuku jari-jemarinya". HR. Muslim.&lt;br /&gt;وقال أيضا: ((إن أمتي يدعون يوم القيامة غرا محجلين من آثار الوضوء، فمن استطاع منكم أن يطيل غرته فليفعل )) متفق عليه.&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "Sungguh ummatku akan diseru pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya karena bekas wudhu'nya, (Abu Hurairah menambahkan) maka siapa yang mampu melebihkan panjang sinar pada tubuhnya, maka lakukanlah. (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Ilmu kontemporer menetapkan -setelah melalui percobaan mikroskopi terhadap tumbuhnya mikroba pada orang yang berwudhu' secara teratur dan juga kepada yang tidak teratur- bahwasannya orang yang selalu berwudhu maka mayoritas hidung mereka menjadi bersih, tidak terdapat berbagai mikroba. Oleh karena itu, adanya mikroba yang menempel pada mereka hilang sama sekali ketika mereka membersihkan hidung, dibandingkan dengan orang yang tidak berwudhu' maka tumbuh pada hidung mereka berbagai mikroba dalam jumlah yang besar yang termasuk jenis mikroba berbentuk bulat dan berklaster yang sangat berbahaya ... dan mikroba yang cepat menyebar dan berkembang-biak ... dan mikroba lainnya yang menyebabkan banyak terjadinya berbagai penyakit. Dan sudah jelas bahwasannya proses keracunan itu terjadi adanya perkembangan berbagai mikroba yang berbahaya bagi rongga hidung, kemudian sampai ke tenggorokan untuk kemudian terjadi berbagai peradangan dan penyakit, apalagi jika sampai masuk ke peredaran darah!!&lt;br /&gt;Oleh karena itu, disyari'atkan untuk melakukan istinsyaaq (menghirup air ke dalam hidung) sebanyak 3 kali kemudian menyemburkannya (tetap dengan hidung) setiap kali wudhu. Adapun berkumur-kumur itu dimaksudkan untuk menjaga kebersihan mulut dan kerongkongan dari peradangan dan pembusukan pada gusi, serta menjaga gigi dari sisa-sisa makanan yang menempel gigi. Dan sudah terbukti secara ilmiah bahwa 90% orang yang mengalami kerusakan gigi jika saja mereka mau perhatian terhadap kebersihan mulutnya ketika dahulu rusak gigi-gigi mereka, dan adanya pembusukan yang terjadi disebabkan oleh makanan dan air liur dan bercampur dalam perut dan menuju ke darah. Dan dari darah itulah kemudian menyebar ke seluruh organ dan kemudian menyebabkan berbagai penyakit.&lt;br /&gt;Dan sungguh, berkumur-kumur akan menyegarkan berbagai organ yang ada di wajah dan menjadi cerah. Dan uji-coba ini belum pernah dikemukakan oleh para dosen olah raga kecuali sedikit. Hal ini karena mereka hanya memperhatikan kepada organ-organ tubuh yang besar. Dan membasuh wajah dan kedua tangan sampai siku, serta kedua kaki memberikan manfaat untuk menghilangkan debu-debu dan berbagai bakteri, apalagi dengan membersihkan badan dari keringat dan kotoran lainnya yang keluar melalui kulit.&lt;br /&gt;Dan juga, sudah terbukti secara ilmiah tidak akan menyerang kulit manusia kecuali apabila kadar kebersihan kulitnya rendah. Sebab manusia apabila lama beraktivitas tanpa membasuh anggota badanya, maka kulit akan mengalami berbagai peradangan yang menyerang permukaan kulit, seperti kudis. Dan kudis ini menyerang ujung jari-jari yang sebagian besar tidak dalam keadaan bersih, sehingga masuklah berbagai mikroba ke dalam kulit.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, bertumpuk-tumpuknya peradangan sangat mengundang mikroba untuk berkembang-biak dan menyebar. Maka, wudhu' telah mendahului Ilmu Pektrologi modern dan para pakar yang menggunakan karantina sebagai media untuk mengetahui berbagai mikroba dan jamur-jamur yang menyerang kulit orang-orang yang tidak suka dengan kebersihan, dimana kebersihan ini semakna dengan wudhu dan mandi dan dengan uji-coba dan penelitian.&lt;br /&gt;Penelitian dan uji coba ini memberikan manfaat yang lain:&lt;br /&gt;Bahwa kedua tangan banyak membawa mikroba yang terkadang berpindah ke mulut atau hidung apabila tidak dibasuh. Oleh karena itu, sangat ditekankan untuk membersihkan kedua tangan terlebih dahulu sebelum melakukan wudhu'. Dan ini menambah jelas kepada kita sabda Rasulullah:&lt;br /&gt;(( إذا استيقظ أحدكم من نوميه فلا يغمس يده في الإناء حتى يغسلها ثلاثا ))&lt;br /&gt;Apabila salah seorang diantara kalian bangun dari tudir, maka janganlah mencelupkan kedua tangannya ke bejana (tempat air) sebelum mencucinya terlebih dahulu tiga kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sudah terbukti juga bahwa peredaran darah pada organ tangan bagian atas dan lengan bawah serta organ-organ bagian bawah seperti kedua kaki dan kedua betis adalah organ-organ yang paling lemah dibandingkan organ tubuh lainnya karena jauhnya dari pusat peredaran darah, jantung. Maka apabila kita membasuhnya diserta menggosoknya, maka akan menguatkan peredaran darah pada organ-organ tersebut sehingga membantu kita menambah tenaga dan vitalitas. Dan dari itu semua, maka terketahuilah mukjizat disyari'atkannya wudhu' di dalam Islam.&lt;br /&gt;Sumber: Al-I'jaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah&lt;br /&gt;Muhammad Kamil Abd Al-Shomad&lt;br /&gt;Dr. Ahmad Syauqy Ibrahim, Anggota Ikatan Dokter Kerajaan Arab Saudi di London dan Penasihat Penderita Penyakit Dalam dan Penyakit Jantung mengatakan, "Para Pakar sampai berkesimpulan bahwa mencelupkan anggota tubuh ke dalam air akan bisa mengembalikan tubuh yang lemah menjadi kuat, mengurangi kekejangan menjadi rileks syaraf-syaraf dan otot, hilangnya kenaikan detak jantung dan nyeri-nyeri otot, kecemasan, dan insomnia (susah tidur)". Hal ini dikuatkan oleh salah seorang pakar dari Amerika dengan ucapannya, "Air mengandung kekuatan magis, bahkan membasuhkan air ke wajah dan kedua tangan -yang dimaksud adalah aktivitas wudhu'- adalah cara yang paling efektif untuk relaksasi (menjadikan badan rileks) dan menghilangkan tensi tinggi (emosi).&lt;br /&gt;Sungguh, Maha Suci Allah Yang Maha Agung ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/663368765739822229-7725813090370185472?l=ahmadromadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/feeds/7725813090370185472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2009/07/wudhu-mencegah-terjadinya-berbagai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/7725813090370185472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/7725813090370185472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2009/07/wudhu-mencegah-terjadinya-berbagai.html' title='Wudhu Mencegah Terjadinya Berbagai Penyakit Kulit'/><author><name>Ahmad Romadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13837090664550854555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-ziP_x31l1zg/Ta51INsNEtI/AAAAAAAAANo/4R1eEnsWbBM/s220/211423_1800217990_5560455_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5XaEew5vjRQ/SyjV5ztC2II/AAAAAAAAAFI/j81ysgokTUo/s72-c/sujud.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-663368765739822229.post-254146557458140396</id><published>2009-07-13T18:57:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T19:06:01.613-07:00</updated><title type='text'>Kisah Pemadat Bule Masuk Islam</title><content type='html'>Seorang pemuda Kanada lahir dari sepasang suami isteri Kanada yang peduli dengan agama. Ketika menginjak &lt;span class="fullpost"&gt;usia sebelas tahun ia serius membandingkan berbagai agama yang ada karena ia merasa tidak puas dengan agama asalnya, yaitu Kristen. Semua agama ia pertanyakan, kecuali Islam. Ia samasekali tidak tertarik mempelajari Islam karena opininya begitudalam terformat bahwa Islam merupakan agama kegelapan. Menurutnya Islam merupakan agama para teroris sebagaimana yang selama ini dikesankan oleh media Barat pada umumnya.&lt;br /&gt;Namun sayang, belum sampai ke penghujung perjalanan ruhaninya, keburu sebuah tragedi menimpa keluarganya. Ayah dan ibunya bercerai. Ayahnya pergi meninggalkan anak-isterinya. Sedangkan ibunya terperosok ke dalam lembah hitam narkoba. Dalam keadaan seperti itu si anak muda inipun terbawa menjadi seorang pemadat. Awalnya ia hanya menjadi seorang pengguna. Namun dengan berjalannya waktu ia naik pangkat dan akhirnya menjadi pengedar di samping pengguna. Dan tidak lama kemudian ia bahkan menjadi salah seorang pimpinan jaringan narkoba papan atas di Kanada.&lt;br /&gt;Saat ia mencapai karir tertingginya di dunia gelap jaringan narkoba, iapun tertangkap dan akhinya berurusan dengan polisi. Ia sempat masuk penjara selama empat tahun.&lt;br /&gt;Setelah menjalani masa tahanannya, begitu keluar iapun segera mengunjungi salah satu pangkalan favorit tempat para pemadat biasa berkumpul. Maka mulailah iapun menikmati suasana ”fly” dengan narkobanya. Saat ia sedang sakau itulah ia duduk di samping seorang pemuda keturunan Maroko yang dilihatnya agak berbeda saat melinting rokoknya. Iapun bertanya: ”Anda berasal dari mana? Kok anda melinting rokok berbeda dengan kebanyakan orang di sini?” Pemuda itu menjawab: ”Inilah kebiasaan orang di negeri saya ketika melinting rokok.”&lt;br /&gt;”Anda berasal dari mana?”&lt;br /&gt;”Saya berasal dari Afrika Utara, dari Maroko. Itulah negeri nenek-moyang saya.”&lt;br /&gt;”Kalau begitu anda seorang muslim ya?”&lt;br /&gt;” Iya benar, saya seorang muslim dari Maroko.”&lt;br /&gt;Maka sambil keduanya tenggelam dalam narkobanya masing-masing, mulailah keduanya terlibat dalam sebuah dialog panjang-lebar seputar agama Islam. Si pemuda Kanada menanyakan berbagai hal mengenai agama Islam, sementara si pemuda keturunan Maroko menjawab sebatas pengetahuannya. Ternyata dialog mereka berlangsung terus sampai keduanya kehabisan narkoba. Tanpa disadari keduanya telah ngobrol seputar Islam selama tidak kurang dua jam di tempat mangkalnya para pemadat.&lt;br /&gt;Tapi si pemuda Kanada masih belum puas. Masih banyak pertanyaan yang mengganjal. Sedangkan si pemuda Maroko sudah kehabisan pengetahuan yang ia miliki seputar Islam. Tiba-tiba datang pemuda ketiga yang ternyata berasal dari keturunan Aljazair ikut terlibat dalam perbincangan seputar Islam itu. Maka perbincangan seputar Islam dilanjutkan dengan narasumbernya beralih kepada si pemuda Aljazair. Namun pada saat-saat tertentu kadang terjadi perselisihan pendapat antara si pemuda Aljazair dengan si pemuda Maroko. Ini wajar. Karena dalam sejarah Islam bahkan perpedaan pendapat antara para ulama saja sering dijumpai, apalagi antara sesama orang awam ilmu agama. Sesi kedua ”seminar” berakhir dua jam berikutnya.&lt;br /&gt;Ternyata bermula dari perbincangan soal Islam di pangkalan para pemadat, si pemuda Kanada alhasil memperoleh hidayah iman dan Islam. Iapun mengikrarkan dua kalimat syahadat.&lt;br /&gt;Setelah beberapa tahun semenjak ia masuk Islam; dalam suatu kesempatan Muslim Youth Gathering si pemuda Kanada tadi menceritakan riwayat hidupnya kepada sesama peserta. Termasuk ia menceritakan soal pengalaman awalnya mendapat hidayah di pangkalan pemadat. Sewaktu ia sedang menceritakan pengalamannya salah seorang peserta berkomentar: ”Jelek sekali pemuda muslim Maroko dan Aljazair itu berada di tempat para pemadat yang terkutuk!”&lt;br /&gt;Maka dengan suara tinggi si pemuda Kanada tersebut berkata: ”Saya tidak tahu di mana keberadaan dan bagaimana nasib kedua pemuda yang ngobrol dengan saya di pangkalan pemadat itu. Tapi suatu hal yang perlu Anda ketahui bahwa jika saat ini saya beramal sholeh atau beribadah; entah itu sholat atau puasa atau yang lainnya, maka kedua pemuda Maroko dan Aljazair tadi mendapat bagian dari pahala kebaikan yang saya kerjakan. Sebab merekalah yang telah berjasa pertama kali memberi hidayah iman dan Islam kepada saya.”&lt;br /&gt;Demikianlah, betapa besarnya ganjaran berda’wah mengajak manusia ke jalan hidayah iman dan Islam.&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ&lt;br /&gt;أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa sesungguhnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Barangsiapa mengajak kepada petunjuk maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang mengikutinya. Dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan maka baginya dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun dosa orang yang mengikutinya.” (HR Muslim 13/164)&lt;br /&gt;Itulah di antara rahasia mengapa dalam ajaran Islam kita diperintahkan untuk mendoakan sholawat dan salam bagi Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam sebab beliau adalah orang paling pertama yang berjasa menyebarkan hidayah iman-Islam ke tengah ummat manusia. Allahumma sholli wa sallim wa baarik ’ala Muhammadin wa ’ala aalihi wa ashabihi wa man tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid-diin... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kirim teman&lt;br /&gt;Oleh Ihsan Tandjung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/663368765739822229-254146557458140396?l=ahmadromadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/feeds/254146557458140396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2009/07/kisah-pemadat-bule-masuk-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/254146557458140396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/254146557458140396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2009/07/kisah-pemadat-bule-masuk-islam.html' title='Kisah Pemadat Bule Masuk Islam'/><author><name>Ahmad Romadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13837090664550854555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-ziP_x31l1zg/Ta51INsNEtI/AAAAAAAAANo/4R1eEnsWbBM/s220/211423_1800217990_5560455_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-663368765739822229.post-8817817725333997709</id><published>2009-07-13T09:56:00.001-07:00</published><updated>2009-12-16T04:35:50.655-08:00</updated><title type='text'>PENTIL SINGKONG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5XaEew5vjRQ/SyjUHFAsleI/AAAAAAAAAE4/1Ax9DSwaRCA/s1600-h/singkong.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 222px; height: 152px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5XaEew5vjRQ/SyjUHFAsleI/AAAAAAAAAE4/1Ax9DSwaRCA/s320/singkong.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415811769982293474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Semua manusia ingin beruntung. Apalagi bagi manusia yang kerap kali merasa hidupnya kurang beruntung. Memang Allah Swt tidak selalu memberikan rahmat-Nya kepada hamba dalam bentuk rezeki. Sebab Dia Maha Tahu bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;rezeki belum tentu menjadi faktor yang baik bagi kehidupan seorang hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada beberapa ayat dalam Al Qur’an yang mengajarkan kepada manusia untuk bisa mendapatkan rezeki berlipat-ganda dan peruntungan dunia. Sebuah kalkulasi fantastis dan absolut. Fantastis karena mendatangkan hasil berlipat, absolut sebab dijanjikan oleh Allah Tuhan Yang Maha Pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt menjanjikan dalam kitab-Nya bahwa setiap kebaikan akan berbuah 10 kali hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَن جَاء بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (QS. 6:160)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sufi bernama Imam Hasan Al Bashri amat meyakini janji Allah ini. Alkisah, beliau suatu hari kedatangan 6 orang tamu. Sebagai seorang muslim, memuliakan tamu adalah hal yang diperintahkan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam menerima tamu dengan wajah sumringah. Semua tamu yang hadir ia persilahkan masuk dan duduk di kursi yang tersedia di ruang depan rumah. Usai semua tamu masuk ke dalam rumah, Imam Hasan pergi ke dapur. Saat itu, hanya ia dan seorang budaknya yang ada di rumah. Imam Hasan bertanya kepada budaknya, “Makanan apa yang ada di rumah ini hingga bisa dihidangkan untuk tamu-tamuku?” Sang budak, membuka lemari makanan dan tiada yang ia temui selain sepotong roti saja. Ia sampaikan kepada Imam Hasan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit berkerut kulit dahi Imam terlihat, pertanda beliau berpikir serius bagaimana cara menghidangkan sepotong roti itu untuk enam orang tamunya. Sejurus kemudian, Imam berkata setelah mengambil sikap, “Sudah begini saja..., bawalah roti itu dan cari orang yang dapat menerimanya sebagai sedekah! Namun jangan lupa hidangkan dulu minuman untuk para tamuku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pergilah sang budak untuk bersedekah, setelah ia menyuguhkan minuman kepada para tamu Imam Hasan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka para tamu pun hanya mendapatkan suguhan air putih dari rumah Imam Hasan. Imam Hasan merasa gak enak hati kepada para tamunya.Tapi dia yakin, bahwa Allah Swt akan membalas amalnya minimal 10 kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biduk asa seolah menjumpai tambatannya. Saat Imam Hasan kedatangan seorang tamu lagi yang datang dengan membawa sebuah nampan. Imam Hasan bangkit dan bergegas menghampirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum, wahai Imam!” seru orang yang baru saja datang. “Wa’alaikum salam warahmatullah...” Imam membalas. “Apa yang kau bawa?” imam bertanya kepada orang tersebut. “Ini imam, aku membawakan 6 potong roti untuk engkau!” kata orang tersebut dengan senyum terkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mungkin ini bukan untukku!” Imam Hasan menukas. “Mengapa engkau berkata demikian?” sang tamu bertanya keheranan. “Kalau benar ini untukku, pasti jumlahnya sepuluh!” Imam berkata yakin karena ia tahu bahwa Allah akan memberi 10 roti sebagai balasan dari sepotong roti yang telah ia sedekahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang tamu merasa aneh. Ia coba untuk memanjangkan leher dan menyapukan pandangan ke dalam rumah Imam Hasan. Sesudah itu ia mengerti bahwa imam sedang kedatangan banyak tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu pun kembali ke rumah. Lalu ia tambahkan lagi 4 potong roti sehingga menjadi 10 jumlahnya. Kemudian ia angkat nampan yang ia bawa, kemudian ia ayunkan langkah menuju rumah Imam Hasan Al Bashri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah imam, sang tamu kembali mengucapkan salam lalu disambut dan dibalas oleh Imam Hasan. Beliau lalu membuka penutup nampan, kemudian berujar, “Nah... inilah yang dijanjikan Allah padaku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah akan membalas setiap kebaikan yang dilakukan oleh seorang hamba minimal 10 kali lipat. Bilangan balasan itu bisa terus berganda dan tumbuh semakin besar. Tergantung pada keikhlasan sang hamba, dan takaran rezeki yang Allah berikan kepadanya. Bahkan bilangan itu suatu saat bisa mencapai 700 kali lipat. Allah Swt berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:261)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 butir benih menjadi 700 biji. Itulah janji Allah Ta’ala. Tiada yang mustahil bagi Allah untuk membalas derma hamba-Nya bahkan hingga 700 kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara gampang, manusia yang menyangsikan janji Allah Swt ini dapat melihat bukti pada pohon pepaya yang banyak kita kenal di tanah air. Pepaya ditanam seperti kebanyakan pohon lain. Ia ditanam dengan memasukan biji ke dalam tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Allah Swt berkehendak, maka dari biji tersebut akan tumbuhlah pohon. Pohon akan tumbuh besar dan berkembang. Kemudian setelah tinggi, ia akan memiliki beberapa cabang. Setelah tiba waktunya, ia pun akan berbuah. Setiap pohon pepaya memiliki jumlah cabang dan buah yang beragam. Setelah berbuah, manusia akan mendapati bahwa dari masing-masing buah saja akan terdapat ratusan biji pepaya di dalamnya. Mungkin saja, dari biji atau benih pepaya yang satu, akan menghasilkan beribu biji yang kemudian bisa dapat menumbuhkan pepaya kembali. Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui (QS. 2:261)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berderma satu, dibalas 700 kali lipat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Cipete Jakarta Selatan. Di sebuah sekolah dasar di sana, seorang pria penjual gorengan bernama Udin (bukan nama asli) berjualan. Lonceng turun main, kira-kira akan berbunyi sepuluh menit lagi. Ia tengah memotong beberapa singkong untuk digoreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkong seperti kita tahu, berbentuk tabung dan berkerucut pada ujungnya. Biasanya sebuah singkong akan dipotong lima bagian. 4 bagian digoreng untuk dijual, sementara bagian ujung atau pentilnya disisihkan untuk dibuang. Hari itu, Udin menggoreng kira-kira 5 buah singkong, dan pentil singkong yang tersisa pun berjumlah 5 karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lonceng istirahat berbunyi, para siswa pun berhamburan ke luar kelas untuk jajan dan istirahat. Seorang anak kurus sambil menggigit jari berdiri di ujung gerobak Udin. Anak ini tidak membeli gorengan seperti siswa lainnya, juga tidak berbicara sepatah katapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naluri Udin berkata bahwa anak ini tidak punya uang untuk jajan. Hati kecil menyuruhnya agar 5 pentil singkong yang ada diberikan saja kepada anak itu. Maka diambillah beberapa pentil itu. Ia masukkan ke dalam adonan tepung, kemudian digorenglah. Setelah matang, Udin menaruhnya di atas kertas lalu disodorkannya kepada anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak senang bukan main. Senyumnya mengembang. Udin turut bahagia melihatnya. Belakangan, Udin tahu bahwa anak tersebut adalah seorang yatim yang baru saja kehilangan bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian pagi itu terus berulang. Udin memberikan beberapa pentil singkongnya kepada anak yatim itu. Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun hingga anak itu lulus dari Sekolah Dasar. Udin tidak merasa berat, sebab apa yang ia berikan kepada anak yatim itu, tiada lain adalah barang yang tiada berharga bagi siapapun. Dalam pengalamannya berjualan, tidak ada seorang pun yang mencari pentil singkong untuk dibeli. Bahkan bila dijual sekalipun dalam jumlah banyak, pastilah tidak akan laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udin tak berkeberatan memberikan pentil singkongnya kepada anak itu. Bahkan untuk setiap hari!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt akan membalas kebaikan seorang hamba bila ia membantu saudaranya bahkan hingga 700 kali lipat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 30 tahun berselang setelah anak yatim itu lulus. Saat itu, Udin masih mengerjakan rutinitasnya setiap hari; yaitu berjualan gorengan di sekolah dasar yang sama. Maka berhentilah sebuah mobil mewah nan mengkilap tepat di depan gerobak Udin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemuda tampan turun dari mobil. Ia mengenakan setelan dan dasi yang bermerk. Rambutnya di sisir rapi dan mengkilat ditimpa sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat calon pembeli dengan mobil bagus, Udin sigap membuka pembicaraan, “Mau beli gorengan, Den...?!” Pemuda itu tersenyum dan berkata, “Masa akang lupa sama saya?” Pertanyaan itu membuat Udin berpikir singkat, namun ia tidak menemukan jawaban. Udin lalu bertanya polos, “Memangnya..., Aden ini siapa ya?” Masih tersenyum, pemuda itu mengatakan, “Saya ini adalah anak pentil singkong, Kang!” Mendengar itu, Udin berucap tasbih. Rasa gembira terbit di hatinya melihat kesuksesan anak ini. Anak pentil singkong yang dulu kerap berdiri di pinggir gerobaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masya Allah.... sudah sukses sekarang ya, Den?!” Udin bertanya sekali lagi. “Alhamdulillah, Kang!” jawab si Aden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udin lalu menggamit lengan si Aden, diajaknya masuk ke balik gerobak. Udin menyorongkan sebuah kursi kecil untuk duduk. Maka duduklah pemuda itu, sementara Udin meneruskan pekerjaannya.... menggoreng singkong, tempe dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil Udin bekerja, pembicaraan mengenai kenangan lama terulang kembali. Keduanya merajut rasa syukur kepada Allah Swt Yang telah melimpahkan anugerah tiada terkira. Pembicaraan tersebut terus berlanjut hingga berujung pada sebuah kalimat yang diucapkan sang pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akang... saya ke sini mau berterima kasih!” kata si pemuda. “Atas apa, Den?!” jawab Udin. “Berterima kasih atas kebaikan kang Udin kepada saya. Dulu kalau gak dikasih pentil singkong sama Akang, saya gak bakal bisa belajar dengan tenang. Kalau belajar gak tenang, saya gak bakal pintar. Kalau gak pintar, saya gak bakal bisa lulus sekolah dan sukses seperti sekarang.... saya ke sini mau berterima kasih ke kang Udin!” kalimat yang baru diucapkan oleh pemuda begitu tersusun dan membanggakan hati Udin. Namun Udin masih berkelit sambil berujar, “Den... sudah gak usah dipikirkan. Apa yang saya kasih ke Aden berupa pentil singkong itu kan gak berharga! Ngapain pake terima kasih segala. Lagian, kalo saya jual gak bakal ada yang mau...!” Udin mencoba merendah dan menolak pamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda masih mengejar dengan satu pertanyaan lagi, dan ini membuat Udin menjadi bergidik. “Akang..., saya dan istri berniat haji tahun ini. Saya ingin Kang Udin dan istri mau menemani kami. Mau kan, Kang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemuruh rasa terjadi di dada Udin. Tidak pernah terbayang baginya akan ada seorang hamba Allah yang mengajaknya untuk menunaikan rukun Islam kelima. Udin pun mengiyakan, dan pemuda itu pun pergi meninggalkan Udin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udin dan istrinya berangkat haji. Seluruh biaya dan uang jajan keduanya ditanggung oleh si pemuda. Barangkali lebih dari Rp 60 juta yang dibayarkan olehnya. Udin dan istri lalu berangkat ke Baitullah, menunaikan semua ritual dan kewajiban dalam ibadah haji. Hingga ia dan istri kembali ke tanah air lagi dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di tanah air, banyak kerabat, saudara dan tetangga datang bersilaturahmi. Udin membagikan oleh-oleh berupa air zamzam, kurma dan banyak lagi. Banyak orang senang menerima hadiah tersebut. Mereka pun banyak menanyakan pengalaman Udin dan istri selama berhaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udin menjawab semua pertanyaan orang yang datang sebisanya. Hingga saat ada seseorang yang bertanya tentang bagaimana caranya kang Udin dapat berhaji bersama istri padahal usahanya hanya sekedar menjual gorengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya... banyak yang belum tahu dengan cara apa Udin berangkat haji. Dan memang, ia merahasiakan hal itu selama ini. Udin pun menjawab seadanya, “Dulu..., saya sedekah pentil singkong kepada seorang anak yatim, eh gak taunya dengan sedekah itu saya dan istri berangkat haji. Kalo tahu begini, coba dulu saya sedekah singkong beneran sama tuh anak...!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udin mencoba berkelakar dengan jawabannya, dan hal itu membuat hadirin tertawa terbahak mendengarnya. Dalam hati, Udin bersyukur kepada Allah Swt Yang Sungguh menepati janji kepada dirinya. Sungguh Allah Swt Maha Kuasa untuk membalas amal seorang hamba, bahkan hingga 700 kali lipat atau lebih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/663368765739822229-8817817725333997709?l=ahmadromadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/feeds/8817817725333997709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2009/07/pentil-singkong_3628.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/8817817725333997709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/8817817725333997709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2009/07/pentil-singkong_3628.html' title='PENTIL SINGKONG'/><author><name>Ahmad Romadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13837090664550854555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-ziP_x31l1zg/Ta51INsNEtI/AAAAAAAAANo/4R1eEnsWbBM/s220/211423_1800217990_5560455_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5XaEew5vjRQ/SyjUHFAsleI/AAAAAAAAAE4/1Ax9DSwaRCA/s72-c/singkong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-663368765739822229.post-2333782535832393804</id><published>2009-07-13T09:37:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T09:41:39.473-07:00</updated><title type='text'>PACARAN DALAM ISLAM</title><content type='html'>Istilah pacaran itu sebenarnya bukan bahasa hukum, karena pengertian dan &lt;br /&gt;batasannya tidak sama&lt;span class="fullpost"&gt;buat setiap orang. Dan sangat mungkin berbeda dalam setiap budaya. Karena itu &lt;br /&gt;kami tidak akan menggunakan istilah `pacaran` dalam masalah ini, agar tidak salah konotasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Tujuan Pacaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beragam tujuan orang berpacaran. Ada yang sekedar iseng, atau mencari teman &lt;br /&gt;bicara, atau lebih jauh untuk tempat mencurahkan isi hati. Dan bahkan ada juga yang memang menjadikan masa pacaran sebagai masa perkenalan dan penjajakan dalam menempuh jenjang pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak semua bentuk pacaran itu bertujuan kepada jenjang pernikahan. &lt;br /&gt;Banyak diantara pemuda&lt;br /&gt;dan pemudi yang lebih terdorong oleh rasa ketertarikan semata, sebab dari sisi &lt;br /&gt;kedewasaan, usia,kemampuan finansial dan persiapan lainnya dalam membentuk rumah tangga, mereka sangat belum siap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara lebih khusus, ada yang menganggap bahwa masa pacaran itu sebagai masa &lt;br /&gt;penjajakan, media&lt;br /&gt;perkenalan sisi yang lebih dalam serta mencari kecocokan antar keduanya. Semua &lt;br /&gt;itu dilakukan&lt;br /&gt;karena nantinya mereka akan membentuk rumah tangga. Dengan tujuan itu, sebagian &lt;br /&gt;norma di tengah masyarakat membolehkan pacaran. Paling tidak dengan cara membiarkan pasangan yang sedang pacaran itu melakukan aktifitasnya. Maka istilah apel malam minggu menjadi fenomena yang wajar dan dianggap sebagai bagian dari aktifitas yang normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Apa Yang Dilakukan Saat Pacaran ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari tujuan, secara umum pada saat berpacaran banyak terjadi hal-hal yang &lt;br /&gt;diluar dugaan.&lt;br /&gt;Bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa aktifitas pacaran pelajar dan &lt;br /&gt;mahasiswa sekarang ini cenderung sampai kepada level yang sangat jauh. Bukan sekedar kencan, jalan-jalan dan berduaan,tetapi data menunjukkan bahwa ciuman, rabaan anggota tubuh dan bersetubuh secara langsung sudah merupakan hal yang biasa terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga kita juga sering mendengar istilah "chek-in", yang awalnya adalah istilah dalam dunia perhotelan untuk menginap. Namun tidak sedikit hotel yang pada hari ini berali berfungsi sebagai tempat untuk berzina pasangan pelajar dan mahasiswa, juga pasanga-pasangan tidak syah lainnya. Bahkan hal ini sudah menjadi bagian dari lahan pemasukan tersendiri buat beberapa hotel dengan memberi kesempatan chek-in secara short time, yaitu kamar yang disewakan secara jam-jaman untuk ruangan berzina bagi para pasangan di luar nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak pengelola hotel sama sekali tidak mempedulikan apakah pasangan yang &lt;br /&gt;melakukan chek-in itu suami istri atau bulan, sebab hal itu dianggap sebagai hak asasi setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain di hotel, aktifitas percumbuan dan hubungan seksual di luar nikah juga &lt;br /&gt;sering dilakukan di dalam rumah sendiri, yaitu memanfaatkan kesibukan kedua orang tua. Maka para pelajar dan mahasiswa bisa lebih bebas melakukan hubungan seksual di luar nikah di dalam rumah mereka sendiri tanpa kecurigaan, pengawasan dan perhatian dari anggota keluarga lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data menunjukkan bahwa seks di luar nikah itu sudah dilakukan bukan hanya oleh &lt;br /&gt;pasangan mahasiswa dan orang dewasa, namun anak-anak pelajar menengah atas (SLTA) dan menengah pertama (SLTP) juga terbiasa melakukannya. Pola budaya yang permisif (serba boleh) telah menjadikan hubungan pacaran sebagai legalisasi kesempatan berzina. Dan terbukti dengan maraknya kasus `hamil di luar nikah`dan aborsi ilegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta dan data lebih jujur berbicara kepada kita ketimbang apologi. Maka jelaslah bahwa praktek pacaran pelajar dan mahasiswa sangat rentan dengan perilaku zina yang oleh sistem hukum di negeri ini sama sekali tidak dilarang. Sebab buat sistem hukum sekuluer warisan penjajah, zina adalah hak asasi yang harus dilindungi. Sepasang pelajar atau mahasiswa yang berzina, tidak bisa dituntut secara hukum. Bahkan bila seks bebas itu menghasilkan hukuman dari Allah berupa AIDS, para pelakunya justru akan diberi simpati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Pacaran Dalam Pandangan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Islam Mengakui Rasa Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. Ketika seseorang &lt;br /&gt;memiliki rasa&lt;br /&gt;cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. Termasuk rasa cinta kepada &lt;br /&gt;wanita (lawan jenis)&lt;br /&gt;dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;`Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: &lt;br /&gt;wanita-wanita,&lt;br /&gt;anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, &lt;br /&gt;binatang-binatang ternak dan&lt;br /&gt;sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat &lt;br /&gt;kembali yang baik&lt;br /&gt;.`(QS. Ali Imran :14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus kepada wanita, Islam menganjurkan untuk mewujudkan rasa cinta itu dengan &lt;br /&gt;perlakuan yang&lt;br /&gt;baik, bijaksana, jujur, ramah dan yang paling penting dari semua itu adalah &lt;br /&gt;penuh dengan&lt;br /&gt;tanggung-jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita, maka menjadi &lt;br /&gt;kewajibannya untuk&lt;br /&gt;memperlakukannya dengan cara yang paling baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda,`Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang &lt;br /&gt;paling baik&lt;br /&gt;terhadap pasangannya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap &lt;br /&gt;istriku`.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Cinta Kepada Lain Jenis Hanya Ada Dalam Wujud Ikatan Formal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam konsep Islam, cinta kepada lain jenis itu hanya dibenarkan manakala &lt;br /&gt;ikatan di antara&lt;br /&gt;mereka berdua sudah jelas. Sebelum adanya ikatan itu, maka pada hakikatnya &lt;br /&gt;bukan sebuah cinta,&lt;br /&gt;melainkan nafsu syahwat dan ketertarikan sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab cinta dalam pandangan Islam adalah sebuah tanggung jawab yang tidak &lt;br /&gt;mungkin sekedar&lt;br /&gt;diucapkan atau digoreskan di atas kertas surat cinta belaka. Atau janji &lt;br /&gt;muluk-muluk lewat SMS,&lt;br /&gt;chatting dan sejenisnya. Tapi cinta sejati haruslah berbentuk ikrar dan &lt;br /&gt;pernyataan tanggung-jawab&lt;br /&gt;yang disaksikan oleh orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan lebih `keren`nya, ucapan janji itu tidaklah ditujukan kepada pasangan, &lt;br /&gt;melainkan kepada&lt;br /&gt;ayah kandung wanita itu. Maka seorang laki-laki yang bertanggung-jawab akan &lt;br /&gt;berikrar dan melakukan&lt;br /&gt;ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi pendamping &lt;br /&gt;hidupnya, mencukupi&lt;br /&gt;seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi `pelindung` dan `pengayomnya`. Bahkan &lt;br /&gt;`mengambil alih`&lt;br /&gt;kepemimpinannya dari bahu sang ayah ke atas bahunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ikatan itu, jadilah seorang laki-laki itu `laki-laki sejati`. Karena dia &lt;br /&gt;telah menjadi&lt;br /&gt;suami dari seorang wanita. Dan hanya ikatan inilah yang bisa memastikan apakah &lt;br /&gt;seorang laki-laki&lt;br /&gt;itu betul serorang gentlemen atau sekedar kelas laki-laki iseng tanpa nyali. &lt;br /&gt;Beraninya hanya&lt;br /&gt;menikmati sensasi seksual, tapi tidak siap menjadi "the real man".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, hanya hubungan suami istri sajalah yang membolehkan terjadinya &lt;br /&gt;kontak-kontak yang&lt;br /&gt;mengarah kepada birahi. Baik itu sentuhan, pegangan, cium dan juga seks. &lt;br /&gt;Sedangkan di luar nikah,&lt;br /&gt;Islam tidak pernah membenarkan semua itu. Akhlaq ini sebenarnya bukan hanya &lt;br /&gt;monopoli agama Islam&lt;br /&gt;saja, tapi hampir semua agama mengharamkan perzinaan. Apalagi agama Kristen &lt;br /&gt;yang dulunya adalah&lt;br /&gt;agama Islam juga, namun karena terjadi penyimpangan besar sampai masalah sendi &lt;br /&gt;yang paling pokok,&lt;br /&gt;akhirnya tidak pernah terdengar kejelasan agama ini mengharamkan zina dan &lt;br /&gt;perbuatan yang&lt;br /&gt;menyerampet kesana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pemandangan yang kita lihat dimana ada orang Islam yang melakukan &lt;br /&gt;praktek pacaran dengan&lt;br /&gt;pegang-pegangan, ini menunjukkan bahwa umumnya manusia memang telah terlalu &lt;br /&gt;jauh dari agama.&lt;br /&gt;Karena praktek itu bukan hanya terjadi pada masyarakat Islam yang nota bene &lt;br /&gt;masih sangat kental&lt;br /&gt;dengan keaslian agamanya, tapi masyakat dunia ini memang benar-benar telah &lt;br /&gt;dilanda degradasi&lt;br /&gt;agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barat yang mayoritas nasrani justru merupakan sumber dari hedonisme dan &lt;br /&gt;permisifisme ini. Sehingga&lt;br /&gt;kalau pemandangan buruk itu terjadi juga pada sebagian pemuda-pemudi Islam, &lt;br /&gt;tentu kita tidak&lt;br /&gt;melihat dari satu sudut pandang saja. Tapi lihatlah bahwa kemerosotan moral ini &lt;br /&gt;juga terjadi pada&lt;br /&gt;agama lain, bahkan justru lebih parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pacaran Bukan Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kecenderungan aktifitas pasangan muda yang berpacaran, sesungguhnya &lt;br /&gt;sangat sulit untuk&lt;br /&gt;mengatakan bahwa pacaran itu adalah media untuk saling mencinta satu sama lain. &lt;br /&gt;Sebab sebuah cinta&lt;br /&gt;sejati tidak berbentuk sebuah perkenalan singkat, misalnya dengan bertemu di &lt;br /&gt;suatu kesempatan&lt;br /&gt;tertentu lalu saling bertelepon, tukar menukar SMS, chatting dan diteruskan &lt;br /&gt;dengan janji bertemu&lt;br /&gt;langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bentuk aktifitas itu sebenarnya bukanlah aktifitas cinta, sebab yang &lt;br /&gt;terjadi adalah kencan&lt;br /&gt;dan bersenang-senang. Sama sekali tidak ada ikatan formal yang resmi dan &lt;br /&gt;diakui. Juga tidak ada&lt;br /&gt;ikatan tanggung-jawab antara mereka. Bahkan tidak ada kepastian tentang &lt;br /&gt;kesetiaan dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal cinta itu adalah memiliki, tanggung-jawab, ikatan syah dan sebuah harga &lt;br /&gt;kesetiaan. Dalam&lt;br /&gt;format pacaran, semua instrumen itu tidak terdapat, sehingga jelas sekali bahwa &lt;br /&gt;pacaran itu sangat&lt;br /&gt;berbeda dengan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pacaran Bukanlah Penjajakan / Perkenalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kalau pun pacaran itu dianggap sebagai sarana untuk saling melakukan &lt;br /&gt;penjajakan, atau&lt;br /&gt;perkenalan atau mencari titik temu antara kedua calon suami istri, bukanlah &lt;br /&gt;anggapan yang benar.&lt;br /&gt;Sebab penjajagan itu tidak adil dan kurang memberikan gambaran sesungguhnya &lt;br /&gt;atas data yang&lt;br /&gt;diperlukan dalam sebuah persiapan pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam format mencari pasangan hidup, Islam telah memberikan panduan yang jelas &lt;br /&gt;tentang apa saja&lt;br /&gt;yang perlu diperhitungkan. Misalnya sabda Rasulullah SAW tentang 4 kriteria &lt;br /&gt;yang terkenal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW berdabda,`Wanita itu dinikahi karena &lt;br /&gt;4 hal : [1]&lt;br /&gt;hartanya, [2] keturunannya, [3] kecantikannya dan [4] agamanya. Maka &lt;br /&gt;perhatikanlah agamanya kamu&lt;br /&gt;akan selamat. (HR. Bukhari Kitabun Nikah Bab Al-Akfa` fiddin nomor 4700, Muslim &lt;br /&gt;Kitabur-Radha` Bab&lt;br /&gt;Istihbabu Nikah zatid-diin nomor 2661)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain keempat kriteria itu, Islam membenarkan bila ketika seorang memilih &lt;br /&gt;pasangan hidup untuk&lt;br /&gt;mengetahui hal-hal yang tersembunyi yang tidak mungkin diceritakan langsung &lt;br /&gt;oleh yang&lt;br /&gt;bersangkutan. Maka dalam masalah ini, peran orang tua atau pihak keluarga &lt;br /&gt;menjadi sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah proses yang dikenal dalam Islam sebagai ta`aruf. Jauh lebih bermanfaat &lt;br /&gt;dan objektif&lt;br /&gt;ketimbang kencan berduaan. Sebab kecenderungan pasangan yang sedang kencan &lt;br /&gt;adalah menampilkan&lt;br /&gt;sisi-sisi terbaiknya saja. Terbukti dengan mereka mengenakan pakaian yang &lt;br /&gt;terbaik, bermake-up,&lt;br /&gt;berparfum dan mencari tempat-tempat yang indah dalam kencan. Padahal nantinya &lt;br /&gt;dalam berumah tangga&lt;br /&gt;tidak lagi demikian kondisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri tidak selalu dalam kondisi bermake-up, tidak setiap saat berbusana &lt;br /&gt;terbaik dan juga lebih&lt;br /&gt;sering bertemu dengan suaminya dalam keadaan tanpa parfum dan acak-acakan. &lt;br /&gt;Bahkan rumah yang&lt;br /&gt;mereka tempati itu bukanlah tempat-tempat indah mereka dulu kunjungi &lt;br /&gt;sebelumnya. Setelah menikah&lt;br /&gt;mereka akan menjalani hari-hari biasa yang kondisinya jauh dari suasana &lt;br /&gt;romantis saat pacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kesan indah saat pacaran itu tidak akan ada terus menerus di dalam &lt;br /&gt;kehidupan sehari-hari&lt;br /&gt;mereka. Dengan demikian, pacaran bukanlah sebuah penjajakan yang jujur, &lt;br /&gt;sebaliknya bisa dikatakan&lt;br /&gt;sebuah penyesatan dan pengelabuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak heran bila kita dapati pasangan yang cukup lama berpacaran, namun &lt;br /&gt;segera mengurus&lt;br /&gt;perceraian belum lama setelah pernikahan terjadi. Padahal mereka pacaran &lt;br /&gt;bertahun-tahun dan&lt;br /&gt;membina rumah tangga dalam hitungan hari. Pacaran bukanlah perkenalan melainkan &lt;br /&gt;ajang kencan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,&lt;br /&gt;Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/663368765739822229-2333782535832393804?l=ahmadromadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/feeds/2333782535832393804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2009/07/pacaran-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/2333782535832393804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/2333782535832393804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2009/07/pacaran-dalam-islam.html' title='PACARAN DALAM ISLAM'/><author><name>Ahmad Romadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13837090664550854555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-ziP_x31l1zg/Ta51INsNEtI/AAAAAAAAANo/4R1eEnsWbBM/s220/211423_1800217990_5560455_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-663368765739822229.post-7044840012895595235</id><published>2009-07-12T06:42:00.001-07:00</published><updated>2009-07-12T06:45:03.194-07:00</updated><title type='text'>Pudarnya Pesona Cleopatra</title><content type='html'>Setelah suksenya novel “Ayat-ayat Cinta” dan ditayangkan dalam Film layar lebar dengan judul sama, banyak pembaca yang penasaran pada karya Kang Abik lainnya. Salah satunya adalah “Pudarnya Pesona Cleopatra”. &lt;span class="fullpost"&gt;Buku yang membuat motivasi Kang Abik untuk menulis “Ayat-ayat Cinta” ini terdiri dari dua novel mini yaitu, “Pudarnya pesona Cleopatra” dan “Setetes Embun Cinta Niyala”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel mini “Pudarnya Pesona Cleopatra” menceritakan seorang suami yang mendambakan istri yang secantik Cleopatra, walaupun dia sudah memiliki istri yang cantik menurut banyak orang namun tidak menurut dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya Raihana, istri soleh dan setia. Istri yang cantik, walau tak bisa melebihi pesona Cleopatra, istri yang sabar dengan sikapnya yang dingin, yang terpaksa menikahi Raihana karena tak kuasa menolak perintah ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu begitu cepat berganti, akhirnya rasa cinta itu muncul dalam hatinya yang tulus. Namun sayang, ketika rasa itu datang memuncak, kenyataan tak bisa dielakan, dan penyesalanpun ikut mencuat. Raihana telah tiada bersama anak dalam kandungannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel mini kedua “Setetes Embun Cinta Niyala”, menceritakan kegalauan Niyala antara Ayah dan dirinya. Permintaan ayah untuk menikah bersama Roger, manusia yang dianggapnya serigala, agar hutangnya kepada Pak Haji Cosmas (ayah Roger) lunas. Niyala merasa lebih hina dibandingkan dengan para pelacur. Kedok pernikahan untuk menyerahkan jiwa raganya pada Roger agar hutang ayahnya untuk pengobatan ibu yang telah tiada beberapa belas tahun yang lalu terbayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari itu keadaan berubah ketika Faiq, kakak angkatnya menyatakan cinta pada Niyala di depan Umi Faiq, Ayah Niyala dan Herman (kakak kandung Niyala). Bunga pun bermekaran, hasrat cinta tumbuh menghapus kegalauan Niyala. Dan di malam sebelum hari wisudanya sebagai dokter, Niyala dan Faiq menjalin hubungan cinta dengan ridra Allah dan kebahagiaan yang berlipat-lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini mengemas dua novel dengan ending yang berbeda. Walaupun happy ending di akhir novel ini begitu hebat, namun tetap saja suasana sedih membekas dari novel mini sebelumnya, “Pudarnya pesona Cleopatra”. Alur cerita yang pendek menjadikan cerita ini mudah dipahami dan dinikmati, dalam waktu singkat pembaca dapat merasakan desir angin haru ataupun penyesalan dari novel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menilai buku dari sampulnya, dan jangan pula menilai wanita hanya dari kecantikannya. Karena sesungguhnya kecantikan batin lebih berharga dari kecantikan lahiriah yang terkadang menipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis        : Habiburrahman El Shirazy&lt;br /&gt;Penerbit       : Penerbit Republika&lt;br /&gt;Tebal          : viii + 111 halaman&lt;br /&gt;Tahun Terbit   : 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/663368765739822229-7044840012895595235?l=ahmadromadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/feeds/7044840012895595235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2009/07/pudarnya-pesona-cleopatra_12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/7044840012895595235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/7044840012895595235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2009/07/pudarnya-pesona-cleopatra_12.html' title='Pudarnya Pesona Cleopatra'/><author><name>Ahmad Romadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13837090664550854555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-ziP_x31l1zg/Ta51INsNEtI/AAAAAAAAANo/4R1eEnsWbBM/s220/211423_1800217990_5560455_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-663368765739822229.post-8397219168394027280</id><published>2009-07-11T11:39:00.000-07:00</published><updated>2009-07-11T12:06:17.582-07:00</updated><title type='text'>Ketika Cinta Berbuah Surga</title><content type='html'>Di tanah Kurdistan , ada seorang raja yang adil dan shalih. Dia memiliki seorang anak laki-laki yang tampan, cerdas, dan pemberani. Saat-saat paling menyenangkan bagi sang raja &lt;span class="fullpost"&gt;adalah ketika dia mengajari anaknya itu membaca Al-Quran. Sang raja juga menceritakan kepadanya kisah-kisah kepahlawanan para panglima dan tentaranya di medan pertempuran. Anak raja yang bernama Said itu, sangat gembira mendengar penuturan kisah ayahnya. Si kecil Said akan merasa jengkel jika di tengah-tengah ayahnya bercerita, tiba-tiba ada orang yang memutuskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang, ketika sedang asyik mendengarkan cerita ayahnya tiba-tiba pengawal masuk dan memberitahukan ada tamu penting yang harus ditemui oleh raja. Sang raja tahu apa yang dirasakan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dia memberi nasihat kepada anaknya, “Said, Anakku, sudah saatnya kamu mencari teman sejati yang setia dalam suka dan duka. Seorang teman baik, yang akan membantumu untuk menjadi orang baik. Teman sejati yang bisa kau ajak bercinta untuk surga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said tersentak mendengar perkataan ayahnya.&lt;br /&gt;“Apa maksud Ayah dengan teman yang bisa diajak bercinta untuk surga?” tanyanya dengan nada penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia adalah teman sejati yang benar-benar mau berteman denganmu, bukan karena derajatmu, tatapi karena kemurnian cinta itu sendiri, yang tercipta dari keikhlasan hati. Dia mencintaiumu karena Allah. Dan Dengan dasar itu kau pun bisa mencintainya dengan penuh keikhlasan karena Allah. Kekuatan cinta kalian akan melahirkan kekuaan dahsyat yang membawa manfaat dan kebaikan. Kekuatan cinta itu juga akan bersinar dan membawa kalian masuk surga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana cara mencari teman seperti itu, Ayah?” tanya Said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang raja menjawab, “Kamu harus menguji orang yang hendak kau jadikan teman. Ada sebuah cara menarik untuk menguji mereka. Undanglah siapapun yang kau anggap cocok menjadi temanmu untuk makan pagi di sini, di rumah kita. Jika sudah sampai di sini, ulurlah dan perlamalah waktu penyajian makanan. Biarkan mereka semakin lapar. Lihatlah kemudian apa yang mereka perbuat. Saat itu, rebuslah tiga buitr telur. Jika dia tetap bersabar, hidangkanlah tiga telur itu kepadanya. Lihatlah, apa yang kemudian mereka perbuat! Itu cara yang paling mudah bagimu. Syukur jika kau bisa mengetahui perilakunya lebih dari itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said sangat gembira mendengar nasihat ayahnya. Dia pun mempraktekkan cara mencari teman sejati yang cukup aneh itu. Mula-mula ia mengundang anak-anak para pembesar kerajaan satu per satu. Sebagian besar dari mereka marah-marah karena hidangnya tidak keluar-keluar. Bahkan, ada yang pulang tanpa pamit dengan hati kesal, ada yang memukul-mukul meja, ada yang melontarkan kata-kata tidak terpuji, memaki-maki karena terlalu lama menunggu hidangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara teman anak raja itu, ada seorang bernama Adil. Dia anak seorang menteri. Said melihat sepertinya Adil anak yang baik hati dan setia. Maka dia ingin mengujinya. Diundanglah Adil untuk makan pagi. Adil memang menunggu keluarnya hidangan dengan setia. Setelah dirasa cukup, Said mengeluarkan sebuah piring berisi tiga telur rebus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat itu, Adil berkata keras, “Hanya ini sarapan kita? Ini tidak cukup mengisi perutku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adil tidak mau menyentuh telur itu. Dia pergi begitu saja meniggalkan Said sendirian. Said diam. Dia tidak perlu meminta maaf kepada Adil karena meremehkan makanan yang telah dia rebus dengan kedua tangannya. Dia mengerti bahwa Adil tidak lapang dada dan tidak cocok untuk menjadi teman sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berikutnya, dia mengundang anak seorang saudagar terkaya. Tentu saja anak saudagar itu sangat senang mendapat undangan makan pagi dari anak raja. Malam harinya, sengaja ia tidak makan dan melaparkan perutnya agar paginya bisa makan sebanyak mungkin. Dia membayangkan makanan anak raja pasti enak dan lezat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi sekali, anak saudagar kaya itu telah datang menemui Said. Seperti anak-anak sebelumnya, dia menunggu waktu yang lama sampai makanan keluar. Akhirnya, Said membawa piring dengan tiga telur rebus di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini makanannya, saya ke dalam dulu mengambil air minum.” Kata Said seraya meletakkkan piring itu di atas meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Said masuk kedalam. Tanpa menunggu lagi, anak saudagar itu langsung malahap satu persatu telur itu. Tidak lama kemudian, Said keluar membawa dua gelas air putih. Dia melihat ke arah meja ternyata tiga telur itu telah lenyap. Ia kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mana telurnya?” tanya Said pada anak saudagar.&lt;br /&gt;“Telah aku makan.”&lt;br /&gt;“Semuanya?”&lt;br /&gt;“Ya, habis aku lapar sekali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hal itu Said langsung tahu bahwa anak saudagar itu juga tidak bisa dijadikan teman setia. Dia tidak setia. Tidak bisa merasakan suka dan duka bersama. Sesungguhnya, Said juga belum makan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said merasa jengkel kapada anak-anak di sekitar istana. Mereka semua mementingkan diri sendiri. Tidak setia kawan. Tidak bisa merasakan suka dan duka bersama. Akhirnya, Said meminta izin kepada ayahnya untuk pergi mencari teman sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Akhirnya, Said berpikir untuk mencari teman di luar istana. Kemudian, mulailah Said berpetualang melewati hutan, ladang, sawah, dan kampung-kampung untuk mencari seorang teman yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya, di suatu hari yang cerah, dia bertemu dengan anak seorang pencari kayu yang berpakaian sederhana. Anak itu sedang memanggul kayu bakar. Said mengikutinya diam-diam sampai anak itu tiba di gubuknya. Rumah dan pakaian anak itu menunjukkan bahwa dia sangat miskin. Namun, wajah dan sinar matanya memancarkan tanda kecerdasan dan kebaikan hati. Anak itu mengambil air wudhu, lalu shalat dua rakaat. Said memerhatikannya dari balik rumpun pepohonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai salat, Said datang dan menyapa, “Kawan, kenalkan namaku Said. Kalau boleh tahu, namamu siapa? Kau tadi shalat apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Namaku Abdullah. Tadi itu shalat dhuha.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Said meminta anak itu agar bersedia bermain dengannya dan menjadi temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Abdullah menjawab, “Kukira kita tidak cocok menjadi teman. Kau anak orang kaya, malah mungkin anak bangsawan. Sedangkan aku, anak miskin. Anak seorang pencari kayu bakar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said menyahut, “Tidak baik kau mengatakan begitu. Mengapa kau membeda-bedakan orang? Kita semua adalah hamba Allah. Semuanya sama, hanya takwa yang membuat orang mulia di sisi Allah. Apa aku kelihatan seperti anak yang jahat sehingga kau tidak mau berteman denganku? Kau nanti bisa menilai, apakah aku cocok atau tidak menjadi temanmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah kalau begitu, kita berteman. Akan tetapi, dengan syarat hak dan kewajiban kita sama, sebagai teman yang seia-sekata.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said menyepakati syarat yag diajukkan oleh anak pencari kayu itu. Sejak hari itu, mereka bermain bersama; pergi ke hutan bersama ,memancing bersama, dan berburu kelinci bersama. Anak tukang kayu itu mengajarinya berenang di sungai, menggunakan panah dan memanjat pohon di hutan. Said sangat gembira sekali berteman dengan anak yang cerdas, rendah hati, lapang dada dan setia. Akhirnya, dia kembali ke istana dengan hati gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berikutnya, anak raja itu berjumpa lagi dengan teman barunya. Anak pencari kayu itu langsung mengajaknya makan di gubuknya. Dalam hati, Said merasa kalah, sebab sebelum dia mengundang makan, dia telah diundang makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam gubuk itu, mereka makan seadanya, sepotong roti, garam, dan air putih. Namun, Said makan dengan sangat lahap. Ingin sekali rasanya dia minta tambah kalau tidak mengingat, siapa tahu anak pencari kayu ini sedang mengujinya. Oleh karena itu, Said merasa cukup dengan apa yang diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan, Said mengucapkan hamdalah dan tersenyum. Setelah itu, mereka kembali bermain. Said banyak menemukan hal-hal baru di hutan, yang tidak dia dapatkan di dalam istana. Oleh temannya itu dia diajari untuk mengenali dan membedakan jenis dedaunan dan buah-buahan di hutan; antara daun dan buah yang bisa dimakan, yang bisa dijadikan obat, serta yang beracun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan mengenal jenis buah dan dedaunan di hutan secara baik, kita tidak akan repot jika suatu kali tersesat. Persediaan makanan ada di sekitar kita. Inilah keagungan Allah!” kata anak pencari kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu, Said tahu bahwa ilmu tidak hanya dia dapat dari madrasah seperti yang ada di ibukota kerajaan ilmu ada di mana-mana. Bahkan, di hutan sekalipun. Hari itu, Said banyak mendapatkan pengalaman berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika matahari sudah condong ke Barat, Said berpamitan kepada sahabatnya itu untuk pulang. Tidak lupa, Said mengundangnya makan di rumahnya besok pagi. Lalu, dia memberikan secarik kertas pada temannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pergilah ke ibu kota , berikan kertas ini kepada tentara yang kau temui di sana . Dia akan mengantarkanmu ke rumahku,” kata Said sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Insya Alloh aku akan datang.” Jawab anak pencari kayu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Pagi harinya, anak pencari kayu sampai juga di istana. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Said adalah anak raja. Mulanya, dia ragu untuk masuk istana. Akan tetapi, jika mengingat kebaikan dan kerendahan hati Said selama ini, dia berani masuk juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said menyambutnya dengan hangat dan senyum gembira. Seperti anak-anak sebelumnya yang telah hadir di ruang makan itu. Said pun menguji temannya ini. Dia membiarkannya menunggu lama sekali. Namun, anak pencari kayu itu sudah terbiasa lapar. Bahkan, dia pernah tidak makan selama tiga hari. Atau, terkadang makan daun-daun mentah saja. Dia hanya berpikir, seandainya semua anak bangsawan bisa sebaik anak raja ini, tentu dunia akan tentram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, dia mendengar bahwa anak-anak pembesar kerajaan senang hura-hura. Namun, dia menemukan seorang anak raja yang santun dan shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, tiga butir telur masak pun dihidangkan. Said mempersilahkan temannya untuk memulai makan. Anak pencari kayu bakar itu mengambil satu. Lalu, dia mengupas kulitnya pelan-pelan. Sementara Said mengupas dengan cepat dan menyantapnya. Lalu dengan sengaja Said mengambil yang ketiga, mengupasnya dengan cepat dan melahapnya. Temannya selesai mengupas telur. Said ingin melihat apa yang akan dilakukan temannya dengan sebitur telur itu, apakah akan dimakannya sendiri atau….?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak miskin itu mengambil pisau yang ada di dekat situ. Lalu, dia membelah telur itu jadi dua. Yang satu dia pegang dan yang satunya lagi, dia berikan kepada Said. Tidak ayal lagi, Said menangis terharu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Said pun memeluk anak pencari kayu bakar itu erat-erat seraya berkata. “Engkau teman sejatiku! Engkau teman sejatiku! Engkau temanku masuk surga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, keduanya berteman dan bersahabat dengan sangat akrab. Persahabatan meraka melebihi saudara kandung. Mereka saling mencintai dan saling menghormati karena Alloh swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kekuatan cinta itu mereka bahkan sempat bertahun-tahun mengembara bersama untuk belajar dan berguru kepada para ulama yang tersebar di Turki, di Syiria, di Irak, di Mesir dan di Yaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berganti bulan dan tahun, akhirnya keduanya tumbuh dewasa. Raja yang adil, ayah Said meninggal dunia. Akhirnya, Said diangkat menjadi raja untuk menggantikan ayahnya. Menteri yang pertama kali dia pilih adalah Abdullah, anak pencari kayu itu. Abdullah pun benar-benar menjadi teman seperjuangan dan penasihat raja yang tiada duanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun telah menjadi raja dan menteri, keduanya masih sering malakukan shalat tahajud dan membaca Al-Quran bersama. Kecerdasaan dan kematangan jiwa keduanya mampu membawa kerajaan itu maju, makmur, dan jaya.--- baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur.---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Ketika Cinta Berbuah Surga - Karya Habiburrahman El Shirazy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/663368765739822229-8397219168394027280?l=ahmadromadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/feeds/8397219168394027280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2009/07/ketika-cinta-berbuah-surga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/8397219168394027280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/663368765739822229/posts/default/8397219168394027280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadromadi.blogspot.com/2009/07/ketika-cinta-berbuah-surga.html' title='Ketika Cinta Berbuah Surga'/><author><name>Ahmad Romadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13837090664550854555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-ziP_x31l1zg/Ta51INsNEtI/AAAAAAAAANo/4R1eEnsWbBM/s220/211423_1800217990_5560455_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
